10 Januari 2008

Kaum Luth




Salah satu adzab Allah paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran adalah tentang pemusnahan kaum Nabi Luth. Mereka diadzab Allah karena melakukan praktek homoseksual. Menurut kitab Perjanjian Lama, kaum Nabi Luth ini tinggal di sebuah kota bernama Sodom. Sehingga karena itu praktek homoseksual saat ini kerap disebut juga sodomi.

Penelitian arkeologis mendapatkan keterangan, kota Sodom semula berada di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Dengan sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota tersebut Allah runtuhkan, lalu jungkir-balik masuk ke dalam Laut Mati.

Layaknya orang jungkir-balik atau terguling, kerap bagian kepala jatuh duluan, lalu diikuti badan dan kaki. Begitu pula kota Sodom, saat runtuh dan terjungkal, bagian atas kota itu duluan yang terjun ke dalam laut, sebagaimana Allah kisahkan dalam Al-Quran: Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. (Surat Huud ayat 82).

Hasil penelitian ilmiah kontemporer menjelaskan, bencana itu dapat terjadi karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota Sodom dan Gomorah, merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah. Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir di Afrika.

Biasanya, bila dua lempengan kerak bumi ini bergeser di daerah patahan maka akan menimbulkan gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan tsunami (gelombang laut yang sangat besar) yang menyapu kawasan pesisir pantai. Juga biasa diikuti dengan letusan lava/lahar panas dari perut bumi.

Hal seperti itu pula yang terjadi pada kota Sodom, sebagaimana diungkap peneliti Jerman, Werner Keller, “Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewatai daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman (Laut Mati). Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan petir, keluarnya gas alam serta lautan api. Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik (berupa gempa) yang telah lama tertidur sepanjang patahan.”

Dengan keterangan ilmiah tersebut dapat direkonstruksi kembali bagaimana adzab Allah itu menimpa ummat Nabi Luth yang ingkar kepada-Nya. Bencana itu didahului dengan sebuah gempa yang menyebabkan tanah menjadi merekah. Dari rekahan itu muncul semburan lahar panas yang menghujani penduduk kota Sodom. Di bawah pesisir Laut Mati juga terdapat sejumlah besar timbunan kantung-kantung gas metana mudah terbakar.

Kemungkinan besar, letusan lava serta semburan gas metana itulah yang Allah maksudkan dalam Al-Quran dengan hujan batu dari tanah yang terbakar. Bencana itu diakhiri dengan terjunnya kota Sodom bersama penduduknya ke dalam Laut Mati.

Serangkaian percobaan ilmiah di Universitas Cambridge membenarkan teori ini. Para ilmuwan membangun tiruan tempat berdiamnya kaum Luth di laboratorium, lalu mengguncangnya dengan gempa buatan. Sesuai perkiraan, dataran ini terbenam dan miniatur rumah tergelincir masuk lalu terbenam di dalamnya.

Penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah ini mengungkap satu kenyataan penting, bahwa kaum Luth yang disebutkan Al-Quran memang pernah hidup di masa lalu, kemudian mereka punah diazab Allah akibat kebejatan moral mereka. Semua bukti terjadinya bencana itu kini telah terungkap dan sesuai benar dengan pemaparan Al Qur’an

Anda tahu Alzheimer




Melalui sinetron Wulan, salah satu tayangan televisi yang cukup dikenal masyarakat saat ini, istilah Alzheimer menjadi lebih dikenal masyarakat Indonesia. Dahulu, istilah ini masih terdengar asing dan aneh di telinga pendengarnya. Meskipun sesungguhnya tanpa disadari, Alzheimer sudah menjamur di tengah-tengah masyarakat dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat mengenal Alzheimer dengan istilah yang berbeda, yaitu kepikunan. Namun seringkali kepikunan pada orang lanjut usia dianggap wajar, padahal seharusnya penyakit ini segera ditangani oleh para ahlinya (dokter, psikater, dan psikolog).

Alzheimer banyak dialami oleh orang lanjut usia, terutama usia 65 tahun ke atas. Namun mungkinkah dialami oleh orang muda? Penyakit Alzheimer tidak jarang juga disalah artikan dan disamakan dengan penyakit ingatan lainnya. Bagaimanakah membedakan penyakit Alzheimer dengan penyakit ingatan lainnya? Kepikunan pada taraf tertentu sebenarnya adalah penyakit Alzheimer. Pada taraf yang bagimanakah kepikunan bisa dianggap sebagai Alzheimer? Untuk dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, maka dibawah ini akan diuraikan penjelasan mengenai: apa dan bagaimana mengenali Alzheimer.

Definisi Alzheimer

Menurut Whitbourne (2003), Alzheimer dikenal sebagai salah satu penyakit yang paling sering ditemui sebagai penyebab demensia. Demensia adalah suatu penyakit penurunan fungsi kognitif/gangguan intelektual/daya ingat yang umumnya semakin lama semakin memburuk (progresif) dan tidak dapat diubah (irreversible). Demensia menyebabkan penderitanya kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan berhubungan sosial. Demensia yang disebabkan oleh Alzheimer, berarti demesia yang disertai oleh perubahan patologis di otak penderitanya. Waktu penyebaran penyakit Alzheimer pada seseorang bervariasi mulai dari 5 hingga 20 tahun, dan kematian yang terjadi seringkali disebabkan karena infeksi.

Faktor resiko utama seseorang mengidap Alzheimer adalah usia, yaitu semakin tua usia seseorang (khususnya setelah usia 65 tahun) maka semakin rentan orang tersebut mengidap Alzheimer. Menurut National Alzheimer's Association (2003), penyakit Alzheimer menyerang hingga 10 % dari orang berusia 65 tahun atau lebih, dan secara berangsur proporsi ini berlipat ganda setiap 10 tahun setelah usia 65 tahun. Dan sebanyak separuh dari populasi yang berusia 85 tahun atau lebih dapat dipastikan mengidap Alzheimer. Sementara, pada orang yang memiliki faktor genetik turunan / bawaan dari orang tua, penyakit ini akan menyerang di bawah usia 65 tahun. Namun, kasus seperti ini cukup jarang ditemukan.

Gejala Alzheimer

Berdasarkan National Alzheimer's Association (2003), gejala Alzheimer dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:

Gejala ringan

* Lebih sering bingung dan melupakan informasi yang baru dipelajari
* Disorientasi: tersesat di daerah sekitar yang dikenalnya dengan baik
* Bermasalah dalam melaksanakan tugas rutin
* Mengalami perubahan dalam kepribadian dan penilaian

Gejala menengah

* Kesulitan dalam mengerjakan aktivitas hidup sehari-hari, seperti makan dan mandi
* Cemas, curiga, dan agitasi
* Mengalami gangguan tidur
* Keluyuran
* Kesulitan mengenali keluarga dan teman.

Pertama-tama yang akan sulit untuk dikenali adalah orang-orang yang paling jarang ditemuinya, mulai dari nama, hingga tidak mengenali wajah sama sekali. Kemudian bertahap kepada orang-orang yang cukup jarang ditemui.

Gejala akut

* Sulit / kehilangan kemampuan berbicara
* Kehilangan nafsu makan, menurunnya berat badan
* Tidak mampu mengontrol buang air kecil dan buang air besar
* Sangat tergantung pada caregiver/pengasuh

Alzheimer's Disease and Related Disorders Association (2001), juga membuat 10 gejala penyakit Alzheimer Demensia yang sering muncul, sebagai berikut:

1. Hilang ingatan. Salah satu gejala awal dari demensia adalah melupakan informasi yang baru dipelajari. Pada orang normal, wajar bila melupakan janji, nama atau nomor telepon. Pada mereka yang mengidap demensia, mereka akan melupakan berbagai hal seperti itu lebih sering dan kemudian tidak ingat akan hal tersebut.

2. Sulit untuk mengerjakan tugas yang familiar. Orang yang terkena demensia seringkali kesulitan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari yang sangat mereka ketahui yang tidak perlu berpikir untuk melakukannya. Orang yang terkena demensia tidak akan mengetahui langkah-langkah untuk menyiapkan makanan, menggunakan perabot rumah tangga atau berpartisipasi dalam melakukan kegemarannya selama ini.

3. Bermasalah dengan bahasa. Sesekali, setiap orang dapat memiliki masalah dalam menemukan kata yang tepat, namun pada orang yang mengidap Alzheimer, mereka seringkali lupa akan kata-kata sederhatana ataupun substitusi dari kata yang tidak biasa digunakan, membuat ucapan atau tulisannya sulit untuk dimengerti. Contohnya: jika orang yang mengidap Alzheimer kesulitan untuk menemukan sikat giginya, maka ia akan bertanya "sesuatu untuk mulut saya".

4. Disorientasi waktu dan tempat. Normal jika lupa hari dari minggu itu atau dimana kamu pergi. Tapi orang yang mengidap Alzheimer dapat tersesat di jalan dekat rumahnya sendiri, lupa dimana dia berada dan bagaimana ia dapat sampai ke tempat tersebut, dan tidak tahu bagaimana caranya dia bisa kembali ke rumah.

5. Lemah atau kurang baik dalam mengambil keputusan. Tidak ada seorang pun yang memiliki keputusan sempurna di sepanjang waktu. Namun demikian, pada orang yang mengidap Alzheimer, mereka mengenakan baju tanpa mempertimbangkan cuaca, memakai beberapa kaos di hari yang panas atau memakai pakaian yang sangat minim ketika cuaca dingin. Orang dengan demensia seringkali menunjukkan keputusan yang lemah / kurang baik mengenai uang, mereka memberikan sejumlah besar uang kepada para telemarket atau membayar perbaikan rumah ataupun membeli barang yang tidak mereka butuhkan.

6. Bermasalah dengan pemikiran abstrak. Menyeimbangkan buku cek mungkin menjadi begitu sulit ketika tugas tersebut lebih rumit dari biasanya. Namun demikian, pada orang yang mengidap Alzheimer, mereka akan benar-benar lupa berapa jumlah/angkanya, dan apa yang harus mereka lakukan terhadap angka-angka tersebut.

7. Salah menempatkan segala sesuatu. Setiap orang dapat secara tidak disengaja salah menempatkan/menaruh dompet atau kunci. Orang yang mengidap Alzheimer akan meletakkan segala sesuatu pada tempat yang tidak sewajarnya, contoh: meletakkan gosokan di dalam freezer atau meletakkan jam tangan di dalam mangkuk gula.

8. Perubahan mood atau tingkah laku. Setiap orang dapat menjadi sedih atau moody dari waktu ke waktu. Seorang yang mengidap Alzheimer menampilkan mood yang tidak tentu/berubah-ubah dari tenang menjadi ketakutan kemudian menjadi marah tanpa ada alasan yang jelas.

9. Perubahan kepribadian. Kepribadian seseorang wajar mengalami perubahan seiring dengan usia. Namun seorang yang mengidap Alzheimer dapat sangat berubah , menjadi benar-benar kacau, penuh kecurigaan, ketakutan atau menjadi bergantung pada anggota keluarga.

10. Kehilangan inisiatif. Lelah akibat pekerjaan rumah, aktivitas bisnis, atau kewajiban sosial sesekali waktu adalah wajar. Namun demikian, orang yang mengidap Alzheimer dapat menjadi pasif, duduk di depan televisi selama berjam-jam, tidur lebih dari biasanya atau tidak ingin melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan.

Apabila seseorang mengidap beberapa dari gejala di atas, maka sebaiknya ia segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Menganalisa dan bersikap kritis dalam mengenali Alzheimer

Alzheimer dapat disebabkan karena faktor genetik dan faktor non genetik. Pada orang yang terkena Alzheimer karena faktor genetik (bawaan orang tua), mereka mengidap Alzheimer di bawah usia 65 tahun atau usia muda. Namun pada orang yang terkena Alzheimer akibat faktor non genetik, terutama yang paling banyak berpengaruh adalah faktor usia, maka semakin tua usia seseorang (khususnya di atas 65 tahun) akan semakin rentan orang tersebut mengidap Alzheimer. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, kasus penderita Alzheimer di bawah usia 65 tahun karena faktor genetik (bawaan orang tua) sangat jarang ditemukan, sementara yang seringkali / banyak ditemukan adalah kasus penderita Alzheimer di atas usia 65 tahun.

Perbedaan Alzheimer dan penyakit ingatan lainnya

Untuk dapat membedakan Alzheimer dengan penyakit lainnya, Anda harus terlebih dahulu menguasai definisi Alzheimer dan gejalanya (yang telah diuraikan di atas) baru kemudian melakukan perbandingan dengan kasus penyakit terjadi. Apabila penyakit tersebut benar-benar sesuai dengan definisi dan gejala Alzheimer, bukan hanya sekedar mirip atau serupa, maka penyakit tersebut dapat dipastikan adalah penyakit Alzheimer. Di bawah ini akan diberikan contoh bagan untuk melakukan perbandingan antara kriteria Alzheimer dengan kasus yang dialami Wulan.


Untuk dapat menilai suatu penyakit termasuk kategori penyakit A, maka seluruh gejala penyakit A harus terpenuhi pada penyakit tersebut. Jika hanya sekedar mirip atau ada sedikit kesamaan maka belum dapat dikatakan bahwa penyakit tersebut adalah benar penyakit A. Melainkan harus ditelusuri lebih jauh termasuk dalam kategori penyakit yang manakah penyakit tersebut. Dari paparan bagan di atas, Anda dapat menilai sejauh mana kesamaan gejala penyakit yang Wulan alami dengan gejala-gejala Alzheimer. Apakah dengan gejala-gejala yang dialami oleh Wulan, Wulan sudah dapat dikatakan menderita Alzheimer ataukah tidak?

Baik gejala-gejala Alzheimer maupun gejala-gejala dari penyakit yang dialami Wulan, keduanya sama-sama merupakan penyakit lupa. Namun penyakit lupa pun memiliki berbagai kategori, ada yang bisa dikategorikan sebagai Alzheimer dan ada yang dikategorikan sebagai penyakit lupa lainnya, seperti amnesia dan delirium.

Pada penyakit Alzheimer, lupa yang terjadi benar-benar berhubungan dengan kerusakan pada sistem syaraf otak. Sementara pada amnesia dan delirium, yang terjadi adalah lebih disebabkan karena faktor psikologis, seperti kognitif fisik, ketakutan / kecemasan yang berlebihan. Namun yang perlu digaris bawahi adalah: baik kognitif fisik, ketakutan/kecemasan yang berlebihan tidak selalu menyebabkan amnesia. Sebagai contoh, pada film "meteor garden II, Tao ming se" mengalami amnesia karena kognitif fisik akibat kecelakaan mobil, kognitif fisik adalah merupakan faktor psikologis. Namun secara medis, Tao ming se tidak mengalami kerusakan pada syaraf otak atau fungsi tubuh/fisik lainnya yang dapat menyebabkannya lupa ingatan. Contoh ini menggambarkan bagaimana amnesia disebabkan karena faktor psikologis.

Secara kasat mata, mungkin Alzheimer dan Amnesia nampak sama, namun jika diperhatikan dengan detail maka gejalanya akan nampak berbeda. Yang membedakan secara jelas, adalah: pada Alzheimer, kemunduran fungsi kognitif / ingatan berlangsung perlahan-lahan / secara bertahap namun bersifat progresif / semakin memburuk, dan hingga saat ini belum dapat disembuhkan; sementara pada amnesia, ingatan yang ada dapat hilang dalam waktu singkat dan sangat drastis, melupakan masa lalu / masa sebelum dia mengalami kecelakaan (tidak bertahap), masih dapat disembuhkan. Di samping amnesia, ada juga penyakit lupa yang disebut delirium, pada delirium, gangguan ingatan muncul karena faktor psikologis juga, seperti kecemasan/ketakutan yang berlebihan (biasanya berhubungan dengan pemakaian obat-obatan/zat terlarang), dan dapat juga disebabkan karena kognitif, namun perbedaan yang benar-benar jelas dengan amnesia adalah delirium, pada delirium terjadi gangguan kesadaran dan perubahan kognisi (namun tidak sampai pada gangguan ingatan), terjadi dalam waktu singkat (biasanya dalam hitungan jam hingga hari) dan cenderung berfluktuasi (muncul dan hilang). Delirium dapat disembuhkan ( American Psychiatric Association, 1995).

Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah: kognitif, dan kecemasan/ketakutan tidak selalu menyebabkan Amnesia ataupun delirium. Jadi jangan mudah juga men-cap suatu penyakit sebagai penyakit A atau B, tanpa memiliki dasar pemahaman yang kuat mengenai penyakit tersebut.

Penanganan Alzheimer

Penanganan terhadap penderita Alzheimer

Penanganan terhadap penyakit Alzheimer dapat dilakukan melalui 2 pendekatan: pharmacological dan nonpharmacological. Berdasarkan pendekatan pharmacological, penanganan yang dilakukan terhadap Alzheimer dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, satu-satunya obat yang dapat digunakan adalah obat-obat yang mengandung acetylcholinestrase (AchE) inhibitor seperti: tacrine, donepezil HCL, rivastigmine, dan galantamine. Pemakaian obat-obatan ini harus merujuk pada anjuran yang dikemukan oleh dokter / psikiater. Karena pemakaian obat-obatan ini ditentukan oleh dosis, dan waktu pemberian, serta memiliki efek samping. Pengobatan lain yang dapat digunakan namun masih dipertanyakan mengenai keefektifannya nya adalah ginkgo biloba, vitamin E, C, dan B.

Pendekatan nonpharmacological melakukan penanganan terhadap penyakit Alzheimer tanpa menggunakan obat-obatan, tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengatur/me-manage tingkah laku dan gejala kognitif pasien. Tujuan sekunder dari pendekatan ini adalah untuk mengurangi beban caregiver (pengasuh atau perawat, biasanya dari pihak keluarga pasien). Penanganan dengan menggunakan pendekatan nonpharmacological sangat bermanfaat ketika pengobatan tidak dapat dilakukan karena pasien tidak mampu mentoleransi efek samping pengobatan atau tidak menyetujui/mengikuti instruksi pengobatan, atau membantah pengobatan. Pendekatan nonpharmacological dilakukan dengan menggunakan terapi, seperti: terapi behavioral management techniques, the pleasant event schedule (PES), music therapy, strategi/ modifikasi lingkungan, animal assisted therapy, morning bright light therapy, ECT. Melalui pendekatan nonpharmacological ini, penderita Alzheimer menjadi lebih mengenal, dan lebih siap menghadapi penyakitnya, serta lebih dapat me-manage dirinya sendiri (Litchtenberg, dkk., 2003).

Penanganan terhadap caregiver

Dalam melakukan penanganan terhadap penderita Alzheimer, yang paling berperan penting adalah caregiver dan keluarga. Caregiver dan keluarga akan sangat menentukan apakah penyakit penderita Alzheimer tersebut akan semakin memburuk dengan drastis ataukah memburuk namun dengan sangat lambat karena kemunduran akibat penyakit tersebut dapat diperlambat oleh caregiver.

Caregiver berperan dalam memotivasi penderita Alzheimer, pada caregiver yang mengalami stres dalam menangani penderita Alzheimer, maka kondisi penderita Alzheimer yang ditanganinya akan semakin memburuk dalam waktu yang cepat. Disini menunjukkan bahwa caregiver dan penderita Alzheimer dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Dengan tanggung jawab caregiver untuk mengasuh penderita Alzheimer, mulai dari makan, pengobatan, mandi, dsb. setiap hari, maka tidak heran jika caregiver mengalami stres bahkan tidak jarang juga sampai depresi. Oleh karena itu, caregiver sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari para ahli melalui pendekatan nonpharmacological, sehingga penderita Alzheimer caregiver dapat lebih siap menghadapi penderita Alzheimer, lebih memahami penderita Alzheimer dan siap merawatnya (Litchtenberg, dkk., 2003).

19 Oktober 2007




Kata Mutiara



Kuingat kata-kata mutiara yang menusuk dalam batin.
"Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain"
Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya.
Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya masing-masing.

Semakin banyak yang dipikirkan.
Semakin banyak yang dibutuhkan.
Berarti semakin menumpuk pula resikonya.

Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.
Meskipun duduk dalam mobil mewah dan cukup makanan.
Apalagi ulahnya orang pemalas.
Yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.

Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja.
Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik.
Sesuai dengan apa yang dikatakannya.
Jangan lain di kata lain di perbuatan.

Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama sekali.
Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan.

Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.

Film The Forsaken Promise Ungkap Kebohongan Inggris dan Cikal Bakal Negara Israel








Sebuah film dokumenter berjudul "The Forsaken Promise" produksi Hatikvah Film Trust, sebuah organisasi Kristen yang berbasis di Inggris, mulai melakukan pemutaran perdana film tersebut di bekas kamp tahanan milik Inggris di Atlit. Sebuah tempat di kawasan laut Mediterania, sebelah selatan kota pantai Haifa yang masuk dalam wilayah Israel.


Inggris memanfaatkan Atlit untuk memenjarakan para imigran Yahudi 'ilegal' yang pindah dari kawasan Eropa era tahun 1930-an dan 1940an. Pada saat itu, banyak warga Yahudi yang berharap akan menemukan tempat berlindung yang aman di wilayah Palestina yang kemudian menjadi mandat pemerintah Inggris itu. Tetapi ternyata para pengungsi Yahudi itu mendapat perlawanan kuat, mereka yang ditangkap kemudian dibawa ke kamp-kamp tahanan Inggris, terutama ke Cyprus.

"The Forsaken Promise" sendiri mengisahkan tentang pemerintah Inggris yang pada tahun 1917 berjanji akan membantu warga Yahudi untuk membentuk tanah airnya sendiri. Tapi janji itu diingkari oleh Inggris selama bertahun-tahun sampai akhirnya terbentuk negara Israel pada 1948, setelah perang Arab-Israel dengan menduduki sebagian besar wilayah Palestina.

Menurut produser dan sutradara film tersebut Hugh Kitson, seorang warga Inggris beragama Kristen, tindakan pemerintah Inggris yang ingkar janji itu memberi kontribusi besar bagi tewasnya ratusan ribu warga Yahudi yang dikenal dengan tragedi Holocaust. Ia mengatakan, tujuan dari pembuatan film dokumenter ini, untuk mendorong adanya 'penyesalan' dari Inggris Raya terhadap fakta sejarah yang hanya diketahui oleh sedikit orang.

Film dokumenter yang terdiri dari tiga episode ini memadukan arsip-arsip film tentang kamp-kamp konsentrasi pada masa perang dunia II dan wawancara-wawancara dengan sejumlah saksi mata dan sejarawan Yahudi dan Kristen.

Dalam film itu dijelaskan, bagaimana Liga Dunia-cikal bakal PBB- setelah Perang Dunia I memberikan mandat pada Inggris Raya untuk berkuasa di wilayah yang kini dikenal dengan wilayah Palestina, Yordania, Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebelumnya, selama ratusan tahun, wilayah-wilayah itu merupakan wilayah kekuasaan dinasti Utsmani Turki.

Dalam surat tertanggal 2 November 1917, Menlu Inggris Arthur James Balfour menulis surat pada pemimpin komunitas Yahudi di Inggris, Lord Rothschild. Pada Rothschild, Balfour mengatakan keinginan pemerintah Inggris untuk membangun tanah air bagi warga Yahudi di Palestina dan akan menggunakan segala daya upayanya untuk memfasilitasi sampai tercapainya tujuan ini. Pendek kata, dalam surat itu Inggris berjanji akan membantu warga Yahudi untuk membentuk negaranya sendiri.

Surat yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour ini menimbulkan kemarahan warga Arab Palestina dan negara-negara Arab sekitarnya. Mereka berupaya keras agar janji pemerintah Inggris itu tidak terwujud.

Era tahun 1920-an, 30-an dan 40-an merupakan periode kekisruhan di Arab dan pembunuhan atas warga Yahudi meluas di seluruh Palestina namun dibiarkan oleh otoritas pemerintahan Inggris. Salah seorang tokoh yang dianggap penghasut munculnya peristiwa yang dikenal sebagai kerusuhan Paskah pada era 1920-an adalah Amin Al-Husseini. Tokoh ini diduga dekat dengan Adolph Hitler dan masih kerabat dari mantan pemimpin PLO Yasir Arafat. Oleh otoritas pemerintah Inggris saat itu, Al-Husseini ditunjuk sebagai Mufti di Yerusalem.

Titik perubahan terjadi setelah Inggris di bawah pemerintahan Neville Chamberlain, mengeluarkan kebijakan yang dikenal sebagai White Paper pada 1939. Kebijakan ini mementahkan janji Inggris yang akan membagi wilayah Palestina untuk tanah air warga Yahudi dan membatasi jumlah warga Yahudi yang diizinkan untuk berimigrasi ke wilayah yang menjadi mandat pemerintahan Inggris itu.

Bukan untuk Serang Islam


Sejumlah cendikiawan Yahudi dan mantan pilot angkatan udara Inggris yang diwawancarai dalam film itu pada Cybernews mengungkapkan, pesan yang ingin disampaikan oleh film ini sangat kuat dan relevan dengan situasi yang terjadi saat ini terkait dengan konflik Palestina-Israel.

Sutradara Hugh Kitson bahkan mengatakan, "Saya yakin bangsa-bangsa lain dan khususnya Uni Eropa serta AS bisa belajar dari apa yang telah diperbuat Inggris."

Sementara itu, pengajar Injil, David Noakes yang ikut terlibat dalam pembuatan film ini berharap film dokumenter ini bisa diputar di televisi-televisi Inggris meski ia mengakui akan muncul penentangan.

"Film ini sama sekali tidak anti Islam. Kami berusaha untuk tidak menyinggung Islam. Yang kami usahakan adalah ingin menyinggung pemerintah Inggris, meski saya pikir televisi-televisi di Inggris mungkin akan sulit untuk menayangkan film ini," kata Noakes.

Di luar itu semua, fakta-fakta yang di film The Forsaken Promise ini kemungkinan akan membangkitkan kembali isu siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab atas penderitaan bangsa Yahudi di masa lalu. Kita tentu masih ingat kritik pedas Presiden Iran beberapa waktu lalu yang mengatakan, bahwa Eropalah yang harus bertanggung jawab memberikan sebagian wilayahnya pada bangsa Yahudi, bukan malah membebankannya pada bangsa Palestina.

Kuil Sulaiman, Alasan Penghancuran Masjidil Aqsha








Manusia selalu mencari masa depan cerah yang dapat memperbaiki kondisi kehidupannya. Akan tetapi ketidakadilan dan kekacauan yang ada dalam kehidupan dunia sering menjadi kendala bagi terwujudnya prospek yang diimpikan. Perang, pendudukan, penjajahan dan kejahatan merupakan contoh kendala besar yang menghalangi manusia untuk dapat mewujudkan cita-citanya.

Sejak lebih dari setengah abad lalu, khususnya dalam tempo empat tahun terakhir, sejak meletusnya intifada Masjidul Aqsha, orang-orang Zionis membantai rakyat Palestina, menghancurkan rumah dan ladang mereka serta merampas tanah miliki mereka. Lebih menyakitkan lagi, media massa Barat dengan sekuat tenaga menutupi kejahatan tersebut.

Kaum Zionis yang dalam hal ini diwakili oleh rezim zionis Israel tidak hanya melakukan kesewernang-wenangan terhadap rakyat Palestina saja, tetapi juga terhadap sejarah dan tempat-tempat suci mereka. Masjidul Aqsha merupakan salah satu contoh yang paling nyata dalam hal ini. Masjid yang amat diagungkan oleh umat Islam ini kini berada di dalam cengkeraman kaum Zionis yang sewaktu-waktu siap untuk menghancurkannya. Masjidul Aqsha adalah simbol ketertindasan dan resistensi bangsa Palestina.

Kota Beitul Maqdis atau Jerussalem, tempat Masjidul Aqsha berada, adalah kota yang amat dihormati oleh penganut tiga agama sawami, Islam, Kristen dan Yahudi. Bagi umat Islam, Masjidul Aqsha adalah kiblat pertama dan tempat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan mikraj ke langit. Di sini pulalah, sejumlah nabi dimakamkan. Al-Qur’an Al-Karim dalam ayat pertama surah Al-Isra menyatakan bahwa Allah telah memberkati sekitar masjid ini. Mikraj Nabi atau perjalanan beliau ke langit yang dimulai dari masjid ini merupakan peristiwa yang paling bersejarah bagi umat Islam.

Hanya selang beberapa tahun setelah wafatnya Nabi SAW, umat Islam berhasil merebut kota Beitul Maqdis dari tangan imperium Rumawi tanpa melalui pertumpahan darah. Kini, dengan jatuhnya kota ini ke tangan kaum Zionis, Masjidul Aqsha yang amat dihormati oleh umat Islam, berada dalam ancaman. Sebab, tak tertutupkemungkina, orang-orang Zionis akan menghancurkan masjid ini dengan alasan bahwa masjidul Aqsha dibangun di atas lokasi bekas Kuil Sulaiman.

Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah bani Israil yang dibangun tahun 960 sebelum masehi oleh Nabi Sulaiman as. Akan tetapi 370 tahun setelah itu, tempat ibadah ini dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang melakukan ekspansi ke sana. Menyusul kekalahan bangsa Babilonia dari tentara Persia yang dipimpin oleh Cyrus, Kuil Sulaiman kembali dibangun. Tahun 70 Masehi tentara Rumawi menyerang kota Jerussalem dan meratakan tempat ibadah umat yahudi tersebut dengan tanah. Tentara Rumawi tidak menyisakan bekas apapun dari tempat ibadah yang amat diagungkan oleh bani Israil ini.

Sekitar saatu abad yang lalu, ketika faham zionisme mulai muncul, para pendukung zionisme mengklaim bahwa masjidul Aqsha dibangun di atas lokasi Kuil Sulaiman. Setelah terbentuknya rezim Zionis Israel di negeri Palestina tahun 1948 yang disusul dengan pendudukan atas kota Beitul Maqdis tahun 1967, kaum Zionis semakin gencar melakuan upaya pengerusakan Masjidul Aqsha untuk mendirikan Kuil Sulaiman di lokasi itu.

Menurut kepercayaan kaum Zionis, lokasi Masjidul Aqsha adalah pusat dari negeri Palestina. Untuk itu, dengan menghancurkan masjid ini dan mendirikan Kuil Sulaiman di atas lokasi itu, akan tercipta imipian kaum Zionis. Tak diragukan bahwa agama Yahudi telah mengalami perubahan dan pendistorsian sepanjang sejarah. Dan sekarang, agama yang telah disimpangkan ini dimanfaatkan oleh kaum Zionis untuk mengejar tujuan dan kepentingan mereka. Masalah pembentukan sebuah pemerintahan Yahudi dan kepulangan umat Yahudi ke negeri Palestina yang dijanjikan, merupakan salah satu contoh nyata dalam masalah ini. Padahal tidak sedikit pengikut agama Yahudi dan rabi mereka yang menentang berdirinya rezim Zionis di negeri Palestina.

Menyangkut soal pembangunan Kuil Sulaiman, ada friski tajam antara para pengikut agama Yahudi dengan kaum Zionis ekstrem. Umat Yahudi umumnya meyakini bahwa Kuil Sulaiman akan dibangun kembali oleh Messiah yang kelak akan datang untuk memenuhi bumi dengan keadilan. Sementara kaum Zionis bersikeras untuk mendirikan Kuil ini sebelum kedatangan Messiah.

Mengenai Kuil Sulaiman, banyak ahli sejarah yang meyakini bahwa lokasi rumah ibadah umat Yahudi ini berada di luar komplek Masjidul Aqsha. Karenanya, jika orang-orang Zionis bersikeras mendirikan kuil sUlaiman, semestinya mereka mendirikannya di lokasinya. Akan tetapi, kelompok ekstrem Zionis tetap menunjuk lokasi Masjidul sebagai lokasi Kuil Sulaiman.

Sejak menduduki Beitul Maqdis tahun 1967, orang-orang Zionis telah berkali-kali melakukan upaya penghancuran Masjidul Aqsha, yang salah satunya adalah pembakaran masjid ini tahun 1969. Untuk mencegah kemarahan umat Islam sedunia dan kutukan masyarakat internasional, rezim Zionis mengesankan bahwa aksi pembakaran dilakukan oleh seorang Yahudi ekstrem. Orang yang dituduh sebagai pelaku pembakaran itu dibebaskan setelah melalui proses persidangan yang direkayasa.

Setelah peristiwa itu, rezim Zionis Israel sering mengungkapkan adanya kelompok-kelompok yahudi ekstrem yang berusaha menghancurkan masjidul Aqsha. Mereka berulang kali menyerang masjid ini. Secara terorganisir, mereka juga melakukan penggalian di bawah lokasi masjid dengan alasan untuk melakukan riset arkeologi dan mencari sisa-sisa peninggalan Kuil Sulaiman. Pernah juga mereka mengalirkan air di sepanjang galian di bawah masjid untuk menggoyahkan pondasinya. Akibatnya, dinding-dinding Masjidul Aqsha retak dan menurut para pengamat, dengan gempa yang relatif kecilpun kemungkinan masjid yang memiliki nilai kesucian dan sejarah yang tinggi ini akan roboh. Pengerusakan dengan cara ini diharapkan dapat meredam kemarahan umat Islam.

Tak dipungkiri bahwa rezim Israel mendukung dan menyujui aksi pengerusakan masjidul Aqsha oleh orang-orang Zionis ekstrem. Akan tetapi, untuk mengelabuhi opini umum dunia, khususnya umat Islam, rezim Tel Aviv menyatakan menentang tindakan ekstrem tersebut. Beberapa bulan lalu, Menteri Keamanan dalam negeri Israel, menyatakan bahwa sekelompok orang Yahudi ekstrem berniat menghancurkan masjidul Aqsha menggunakan pesawat tanpa awak atau melalui sebuah operasi bunuh diri. Operasi itu akan dilakukan ketika jemaah shalat memenuhi masjid tersebut.

Dengan pernyataan ini, rezim Tel Aviv berusaha mengesankan bahwa segala bentuk aksi pengerusakan masjidul Aqsha tidak ada kaitannya dengan pemerintah Israel, sebab dilakukan oleh orang-orang ekstrem. Padahal, selama ini rezim Zionis telah melakukan berbagai tindakan yang bis dikategorikan sebagai upaya penghancuran masjidul Aqsha, diantaranya adalah pelarangan warga Palestina untuk memasuki masjid itu, Judaisasi kota Beitul Maqdis, pengusiran umat Islam dari kota ini, pembanguan dinding pemisah di kota ini dan pelarangan untuk merenovasi Masjidul Aqsha.

Untuk melegalisasi tindakan perusakan masjidul Aqsha, kelompok-kelompok Yahudi ekstrem meminta surat izin dari pengadilan Israel. Padahal, ketidak legalan rezim ini sudah dapat menjadi bukti akan ketidakabsahan segala bentuk keputusan pengadilannya. Mahkamah tinggi rezim Zionis yang selama ini berusaha mengesankan kenetralan dalam masalah agama, telah mengeluarkan keputusan yang secara tidak langsung mendukung penghancuran Masjidul Aqsha sedikit demi sedikit.

Tahun 1983, mahkamah Tinggi Israel mengeluarkan keputusan yang mengijinkan umat Yahudi menjalankan ibadah di pintu Babul Magharibah yang berada di luar komplek Masjidul Aqsha. Tahun 1999, Mahkamah ini mengeluarkan keputusan baru yang mengizinkan warga Yahudi beribadah di halaman Masjidul Aqsha. Pada tahun 2001, Mahkamah Israel mengijinkan umat Yahudi untuk meletakkan batu pondasi untuk pembangunan Kuil Sulaiman di Babul Magharibah.

Dengan keputusan ini berarti mahkamah Tinggi Israel mengizinkan kelompok Yahudi ekstrem untuk memisahkan sebagian besar lokasi dari Masjidul Aqsha untuk keperluan pembangunan Kuil Sulaiman. Saat ini, kaum Zionis sedang membangun sebuah rumah ibadah bersebelahan dengan tembok Buraq atau Nudbah di Masjidul Aqsha.

Beberapa waktu lalu, Presiden rezim Zionis Israel, Moshe Katsav, mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Vatikan yang isinya meminta Vatikan untuk menyerahkan harta peninggalan bekas Kuil Sulaiman yang berada di tangan Paus kepada Israel. Sebab menurut keyakinan kaum Zionis, kekayaan yang ada di dalam Kuil Sulaiman itu pada tahun 70 Masehi diboyong oleh tentara Rumawi ke Vatikan.

Satu langkah lagi yang dilakukan oleh kelompok ekstrem Yahudi untuk menghancurkan Masjidul Aqsha adalah mencari sapi yang berbulu merah. Menurut kepercayaan mereka, sebelum membangun Kuil Sulaiman, terlebih dahulu mereka harus menyembelih dan membakar sapi berusia 3 tahun yang berbulu merah dan belum pernah melahirkan anak.

Tahun 1997, anak sapi dengan ciri-ciri seperti ini lahir melalui proses perbaikan genetik. Hanya saja mereka menghadapi masalah. Sebab, menurut kepercayaan khufarat ini, sapi itu harus disembelih di kaki gunung zaitun yang saat ini berada dalam kekuasaan pemerintah otonomi Palestina. Karenanya, dalam beberapa tahun terakhir, rezim Zionis berusaha untuk mengosongkan kawasan ini dari orang-orang non Yahudi.

Salah satu hal yang menarik dalam proses penghancuran Masjidul Aqsha adalah kerjasama yang dilakukan orang-orang kristen zionis dengan kaum yahudi Zionis. Kristen Zionis adalah kelompok pengikut agam kristen yang memiliki kepercayaan dan pemikiran yang mirip dengan orang-orang Zionis. Mereka juga meyakini bahwa di akhir zaman, Yesus akan kembali di dunia. Untuk menyongsong kedatangan Yesus, Masjidul Aqsha harus dihancurkan dan Kuil Sulaiman harus dibangun di lokasi itu. Kesamaan pandangan inilah yang mendorong dua kelompok dari dua agama berbeda ini saling bekerjasama untuk menghancurkan Masjidul Aqsha.

Aksi perusakan Masjidul Aqsha itu terus berjalan, dan kini, tindakan perusakan yang dilakukan secara langsung oleh kelompok-kelompok Zionis esktrem telah sampai di tahap yang sangat berbahaya. Meski penggalian terowongan di lokasi ini terus berjalan, namun sampai saat ini, kaum Zionis masih belum memperoleh satupun bukti yang menunjukkan bahwa masjid ini dibangun di atas lokasi Kuil Sulaiman, seperti yang mereka klaim selama ini.

Seandainya pun klaim mereka benar dan Masjidul Aqsha dibangun di atas lokasi bekas Kuil Sulaiman, tentunya tidak logis jika hal ini dijadikan alasan untuk menghancurkan bangunan rumah ibadah umat lain yang masih tegak berdiri, apalagi jika rumah ibadah ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Parahnya, kaum Zionis hanya mengantongi spekulasi dan perkiraan semata tanpa dukngan bukti sejarah yang kuat. Hal ini menunjukkan betapa orang-orang Zionis menutup logika untuk mengejar kepentingannya. Dengan mengantongi lampu hijau dan dukungan AS, kaum Zionis terus melanjutkan aksi perusakan terhadap rumah ibadah yang dihormati oleh 1,5 milyar umat Islam itu.

Dari sisi hukum internasional, penghancuran Masjidul Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Sebab, berdasarkan undang-undang internasional, rezim Zionis Israel berkewajiban melindungi masjid ini. Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 242 dan beberapa resolusi PBB lainnya menuntut rezim Tel Aviv untuk mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Akan tetapi nampaknya, resolusi PBB hanya dijalankan terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan Barat. Sedangkan untuk Israel yang mendapat dukungan dan perlindungan AS dan Barat, puluhan resolusi PBB akan dianggap bagai angin lalu.

Meski aksi penghancuran Masjidul Aqsha telah memicu protes dan kecaman dunia Islam dan masyarakat internasional, akan tetapi, aksi ini tidak akan berhenti, mengingat Israel telah mengantongi dukungan mutlak Barat, khususnya dari AS, dan memperoleh izin untuk melakukan apa saja. Jika tindakan orang-orang Zionis ini benar-benar berujung pada penghancuran total Masjidul Aqsha, tidak ada lagi tindakan yang bisa dilakukan.

Saat ini masih ada kesempatan bagi umat Islam untuk melindungi kiblat pertama mereka dan tempat mikraj Nabi. Umat Islam harus bersatu untuk menghadapi arogansi rezim Zionis dan para pendukungnya. Umat Islam memiliki kekuatan besar yang selama ini mereka lupakan. Dengan bersatu, kekuatan dan kepercayaan diri itu akan mereka raih kembali. Sejarah beberapa puluh tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa PBB dan pihak manapun juga tidak akan bisa menghentikan aksi perusakan Masjidul Aqsha oleh kaum Zionis. Masjidul Aqsha hanya bisa diselematkan oleh umat Islam, dan mereka inilah yang harus berbuat sesuatu
Makna Kehidupan








Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipuan belaka, dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk.

Para sahabat bertanya: "Apakah saat itu jumlah kami sedikit?" Rasulullah bersabda: "Tidak bahkan pada saat itu jumlah kamu amat sangat banyak, tetapi seperti air buih didalam air bah karena kamu tertimpa penyakit wahn." Sahabat bertanya: "Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?" Rasulullah bersabda: "Penyakit wahn itu adalah kecintaan yang amat sangat kepada dunia dan takut akan kematian. Cinta dunia merupakan sumber utama segala kesalahan."

Runtuhnya kemuliaan sumber dari segala fitnah, dan semua kesalahan adalah karena kita cinta kepada dunia. Pada Rasul tidak ada cinta dunia kecuali cinta terhadap Allah, cinta terhadap kemuliaan.

Rasulullah merupakan contoh seorang pemimpin yang dicintai sampai ke lubuk hati yang paling dalam. Rasul adalah contoh seorang suami yang benar-benar menjadi suri tauladan dan kebanggaan bagi keluarganya. Rasul juga contoh seorang pengusaha yang dititipi dunia, tapi tidak diperbudak oleh dunia yang dimilikinya. Kalau orang sudah mencintai sesuatu maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya.

Orang yang sudah cinta terhadap dunia, akan sombong, dengki, serakah dan berusaha dengan segala cara untuk mencapai segala keinginannya, oleh karena itu yakinlah bahwa dunia itu total milik Allah. Segala sesuatu yang kita miliki baik sedikit maupun banyak semuanya milik Allah. Dalam mencari rizki janganlah mempergunakan kelicikan karena dengan kelicikan atau tidak dengan kelicikan datangnya tetap dari Allah.
Hakikat Cinta









Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.

Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling
berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.

Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.

Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka

Bundel by UGLY --- Jan '02
Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year
Search Islamic Directory
Keyword:
Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country: