<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614</id><updated>2012-02-13T10:36:16.905+08:00</updated><title type='text'>Devy</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-8505793128850636078</id><published>2008-03-30T17:16:00.001+08:00</published><updated>2008-03-30T17:20:47.497+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="2" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="judulnaskah"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau  memilikinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;table cellpading="0" align="center" cellspacing="0" width="90%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;“Ketika seorang mukmin memahami nilai dunia dan  hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang mukmin digenangi oleh keimanan  dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya;  maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan itu, akan lahirlah karakter mental  yang sungguh berharga, yaitu qona’ah. Itulah sebuah harta kekayaan yang tidak  ada habisnya.” Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al  Atsari dalam bukunya “Qona’ah, Kekayaan Tiada Habisnya.”  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="tengahtop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya? &lt;br /&gt;(Faktor pendukung untuk memiliki sikap qona’ah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika seorang  mukmin memahami nilai dunia dan hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang  mukmin digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala,  nama-nama, dan sifat-sifat-Nya; maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan  itu, akan lahirlah karakter mental yang sungguh berharga, yaitu qona’ah. Itulah  sebuah harta kekayaan yang tidak ada habisnya.” Demikian yang disampaikan oleh  Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya “Qona’ah, Kekayaan Tiada  Habisnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qona’ah - merasa cukup dengan apa yang ada- sebuah kata yang  mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk dipraktikkan. Terlebih di zaman ini,  dimana kita melihat begitu banyak manusia mengalami “kegilaan” terhadap dunia  beserta isinya. Di zaman sekarang ini, sulit rasanya untuk mewujudkan kekayaan  yang tiada habisnya ini hanya dengan nasihat singkat, “Nak, bersikaplah qona’ah;  kamu akan tenang hidupnya”; atau nasihat-nasihat sejenis. Keterangan singkat  yang disisipkan pada pengajian-pengajian juga belum mencukupi untuk menumbuhkan  harta yang tiada habisnya ini. Hadits-hadits tentang qona’ah yang kita baca pun,  (terkadang) tidak cukup membantu untuk serta merta memunculkan sifat itu pada  diri kita, kecuali orang-orang yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fondasi Sifat Qona’ah&lt;br /&gt;Fondasi yang utama dan pertama untuk  menumbuhkan sifat ini adalah keyakinan yang benar. Keimanan kepada Allah  Subhanahu wa Ta'ala, mengenal Allah dengan nama dan sifat-sifat-Nya berikut  keagungan dan keindahan yang dikandungnya; keimanan yang mantap kepada hari  akhir, keyakinan yang benar tentang takdir yang baik dan buruk; semua itu  merupakan landasan utama untuk menumbuhkan sifat dan karakter mental yang sangat  mahal harganya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan dan pengetahuan seorang mukmin terhadap  Allah beserta nama dan sifatnya; akan menjadikan dirinya merenungkan firman,  perintah dan penjelasan-Nya; yang hasilnya ia akan memahami hakikat dunia,  hakikat dirinya, dan hakikat qona’ah beserta manfaatnya di dunia dan di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan kepada hari akhir akan mendorong seorang mukmin untuk memiliki  sikap zuhud terhadap dunia. Pemikirannya selalu tertuju kepada hari akhir dan  seluruh rangkaiannya, terutama ketika amal-amal kita dihisab. Dengan bekal ini  ia paham, bahwa hidup dunia hanyalah sementara, sebagaimana yang ia pelajari  dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, “Apa perluku dengan dunia?  Perumpamaanku dengan dunia hanyalah ibarat pengendara ynag tidur siang sejenak  di bawah naungan sebuah pohon, kemudian berangkat di sore hari dan  meninggalkannya.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi). Hal ini akan menjadikannya bersikap  menerima apapun yang terjadi dengan dirinya dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan  terhadap takdir yang baik maupun buruk akan memberikan sikap tenang dan ridho  terhadap apa yang dialami, suka maupun duka. Hatinya senantiasa lapang, ia tidak  mengenal kata gundah dengan sedikitnya rizki, lemahnya daya, maupun kemiskinan  yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginkah Engkau memiliki harta itu?&lt;br /&gt;Sebagaimana  akhlak-akhlak mulia lainnya, sebagai karakter mental, qona’ah dipengaruhi  beberapa faktor, diantaranya pendidikan, lingkungan, bertambah dan berkurangnya  iman, serta ketinggian dan kerendahan cita-cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin  Abdul Hamid Al-Atsari menyebutkan beberapa faktor yang mendukung kita untuk  memperoleh akhlak yang sangat berharga ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ilmu agama&lt;br /&gt;Ilmu agama  merupakan faktor utama untuk memperoleh harta yang tidak terkira ini. Dengan  ilmu, kita mengetahui hakikat, manfaat, dan bahaya jika melalaikan qona’ah. Ilmu  agama menjelaskan kepada kita hakikat dunia, menyingkap rahasia-rahasianya, dan  bahaya-bahaya terlalu berorientasi kepadanya. Ilmu agama akan mendorong kita  untuk mencintai dan mengerahkan seluruh perhatian kita kepada kampung akhirat,  kehidupan yang kekal dan abadi.&lt;br /&gt;“Dan tiadalah kehidupan di dunia ini selain  main-main dan sendau gurau. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi  orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu memahaminya? (Al-An’am:32) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ilmu pula kita memperoleh pengetahuan tentang Allah Azza wa ‘Ala  dengan seluruh nama-Nya yang husna dan sifat-Nya yang tinggi. Kebenaran akidah:  iman kepada hari akhir dan iman kepada takdir yang baik maupun buruk, yang hal  itu merupakan pondasi dasar yang memiliki pengaruh sangat besar dalam mewujudkan  sifat qona’ah, semuanya dapat diperoleh dengan ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keimanan  yang mantap&lt;br /&gt;Ilmu yang kita miliki (insya Allah) berbuah menjadi keimanan  yang mantap. Kuat lemahnya sifat qona’ah dalam menghadapi berbagai “fitnah”  dunia ini, sesuai dengan tingkat kekuatan iman yang ada pada setiap kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemahaman yang benar tentang qodho dan qodar&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa  Ta'ala telah membagi-bagi rizki dan keadaan hidup seluruh manusia sejak zaman  azali.{embagian yang dilakukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan  ketetapan berdasarkan kebijaksanaan dan ilmu-Nya. Jika kita memahami bahwa  ambisi, keluh kesah, dan perhatian kita terhadap dunia dan harta, tidak akan  menambah rizki, (karena tidak mungkin kita bisa mengoreksi ketetapan dan qodar  Allah); pemahaman seperti dapat menumbuhkan sifat qona’ah, tenang, rileks  terhadap keadaan yang diterimanya, apakah kita kaya maupun miskin.&lt;br /&gt;Sikap  ridho seorang mukmin dalam menghadapi ketetapan qodha dan qodar Allah akan  memberikan kepadanya mata yang jeli dalam melihat kondisi kehidupan dan hakikat  pembagiannya. Yang menetapkan rizkinya adalah Allah, Allah juga yang telah  membeda-bedakan tingkat rizki, melebihkan yang satu terhadap yang lainnya.  Perbedaan ini merupakan ujian bagi kita; ujian bagi orang kaya engan  kelebihannya, ujian bagi orang miskin dengan kekurangannya. Perbedaan antara  orang kaya dengan orang miskin dalam rizki bukan merupakan bukti mengenai  perbedaan kedudukan keduanya di dunia maupun di sisi Allah Azza wa Jalla. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka yang membagi-bagi rahamt Tuhanmu? Kami telah menentukan  antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah  meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar  sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih  baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Az Zukhruf:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersikaplah ridho  terhadap apa yang dibagikan oleh Allah, niscaya kamu menjadi manusia yang paling  kaya.” (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perjuangan Mental dan Bersabar&lt;br /&gt;Sesuai dengan  kebijaksanan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi kita nafsu yang  senantiasa menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat  Tuhan.(Yusuf:53). Salah satu bentuk keliaran nafsu adalah permusuhannya terhadap  sikap qona’ah. Selama kita tidak melawan nafsu beserta keliarannya, ketika itu  kita telah membuka pintu-pintu ambisi, ketamakan, kerakusan, kekikiran, dan  keluh kesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jauhilah sifat syuhh, karena sifat syuhh telah  membinasakan orang-orang sebelummu, mendorong mereka untuk menumpahkan darah  mereka dan melanggar hal-hal yang diharamkan bagi mereka.” (HR.Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rojab al Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa syuhh adalah  ambisi besar yang mendorong pemilikinya mengambil banyak hal yang tidak halal,  tidak menunaikan kewajiban terhadapnya. Substansi sifat ini adalah kerinduan  diri kepada apa yang diharamkan oelh Allah serta tidak puas dengan yang telah  dihalalkan oelh Alloh, baik menyangkut harta, kemaluan, atau lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan nafsu dan memaksanya memiliki sikap qona’ah membutuhkan  kesabaran dan ketabahan dari seorang mukmin. Kesabaran di sini berkaitan dengan  hal-hal yang diharamkan dan hal-hal yang meragukan; karena sifat qona’ah  menuntut sikap zuhud, ridho, dan waro’. Sabar dalam ketaatan dan tidak berbuat  maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berdoa dan Memohon kepada Allah&lt;br /&gt;“Ya Allah, aku memohon  kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sikap menjaga martabat, dan kekayaan.”  (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman Nashir As-Sa’di rahimahullah,  berkata:”Ini merupakan salah satu doa yang paling luas cakupan maknanya dan  paling bermanfaat. Doa ini mengandung permohonan agar dikarunia kebaikan di  dunia dan akhirat. ‘Afaf (sikap menjaga martabat) dan ghina (kekayaan)  mengandung arti menjaga kehormatan di hadapan sesama manusia, tidak  menggantungkan diri kepada mereka dan merasa kaya dengan Alloh, rizki-Nya, sikap  menerima dengan senang hati terhadap apa yang ada pada dirinya, serta  diperolehnya kecukupan yang bisa menenangkan hati. Dengan semua itu, sempuralah  kebahagiaan hidup di dunia dan ketenangan batin, dan itulah hayah thoyyibah  (kehidupan yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menjauhi Orang-Orang yang Suka Berkeluh Kesah &lt;br /&gt;Teman, kawan, orang-orang di sekitar kita, sangat besar pengaruhnya pada  diri kita. Siapa yang lama berkawan dengan orang-orang yang suka berkeluh kesah  dan ambisius, maka akan tertimpa penyakit mereka. Hawa nafsu dan akhlak mereka  akan menular kepada dirinya. Sebaliknya, berkawan dengan orang-orang sholih,  senantiasa berdzikir, zuhud (sekalipun mereka adalah orang-orang kaya dan  lapang), akan mendorong kita mengikuti mereka: memiliki sifat qona’ah, zuhud,  menerima dengan senang hati semua rizki yang telah dibagikan oleh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Seseorang mengikuti agama  kawan dekatnya, maka hendaklah setiap orang dari kalian memperhatikan siapa yang  menjadi kawan dekatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melihat yang “di bawah”&lt;br /&gt;“Andaikata anak  Adam memiliki dua lembah emas, pasti ia ingin memiliki dua lembah, dan mulutnya  tidak kunjung bisa dipenuhi, kecuali dengan tanah. Dan Allah menerima taubat  siapa yang bertaubat.” (HR.Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia, memiliki watak dasar  yang mendorongnya utnuk mencintai harta dan dunia. (terkadang) hal ini  menjadikan kita melupakan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.  Bagaimanapun keadaan yang ada pada diri kita, setiap kita pasti telah dikaruniai  nikmat dari Allah yang saking banyaknya tidak mampu kita inventarisir dan  hitung. Bukan hanya telah, tapi semua yang telah dan akan kita alami adalah  nikmat dan karunia Allah yang terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nikmat dan karunia yang  telah Allah berikan secara gratis kepada kita, terkadang terabaikan. Kita merasa  kurang dan kurang… kita tidak peduli dan tidak menyadari nilainya… Hal ini bisa  jadi karena kita selalu melihat orang-orang yang mendapat nikmat lebih baik dari  kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita melihat orang-orang yang tidak seberuntung kita,  orang-orang yang ada “dibawah” kita… atau satu atau beberapa nikmat dari Allah  dicabut (misal: nikmat sehat)… baru kita merasakan nikmat-nikmat itu… barulah  kita merasa tenang; oleh karena itu; salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya  sifat qona'ah adalah melihat orang yang keadaannya “dibawah” kita. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Lihatlah kepada siapa  yang lebih rendah dari kalian, jangan melihat kepada siapa yang lebih tinggi  dari kalian; karena itu akan menjadikan kalian tidak menyepelekan nikmat Allah.”  (HR.Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa cara untuk menumbuhkan sifat qona’ah dan  menerima dengan senang hati rizki dan penghidupan yang telah dibagikan Allah  kepada setiap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pengetahuan tentang hal ini bukan  semata-mata pengetahuan ilmiah naratif yang kering dari substansi pelaksanaan  yang bisa membedakan antara orang yang bersikap qona’ah atau senantiasa gundah  gulana dan berkeluh kesah. Terkadang kita temui, orang yang memiliki sifat  qona’ah melimpah ruah tidak hafal dalil-dalil ilmiah dan prinsip-prinsip  tersebut selain kandungan makna yang shohih. Dipihak lain, terkadang kita jumpai  orang yang mengaku “berilmu” namun tidak memiliki sifat qona’ah sama sekali.  Inilah kenyataan yang ada pada kita sekarang ini. Anda ingin menjadi yang mana,  wahai Saudaraku? Semoga Allah senantiasa menghiasi diri, keluarga, dan keturunan  kita; serta kaum muslimin dengan sifat qona’ah. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;br /&gt;Abah Utik, Semoga Allah mengampuninya, mengampuni  kedua orang tuanya, keluarga dan keturunannya, serta seluruh kaum muslimin.  Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar dan  ikhlas. Amiin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;Referensi: Diringkas dari: “Qona’ah, Kekayaan Tiada Habisnya” :Syaikh  Abdulloh bin Abdul Hamid Al Atsari dari buku: Zuhud Dunia Cinta Akhirat, Sikap  Hidup Para Nabi dan Orang-Orang Sholih: Ibnu Rojab Al-Hanbali, dll. Penerbit:  Al-Qowam, Solo. Halaman 87-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kontributor : Abah Utik, 02 September  2004 ]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-8505793128850636078?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/8505793128850636078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=8505793128850636078&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/8505793128850636078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/8505793128850636078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2008/03/kekayaan-yang-tiada-habis-inginkah.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-6173896544015771144</id><published>2008-03-30T17:05:00.004+08:00</published><updated>2008-03-30T17:14:26.046+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="60"&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;h2&gt; &lt;center&gt; ISAAC NEWTON 1642-1727&lt;/center&gt;&lt;/h2&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;center&gt;&lt;i&gt;Alam dan hukum alam tersembunyi di balik malam.&lt;br /&gt;Tuhan berkata,  biarlah Newton ada! Dan semuanya akan terang  benderang.&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="right"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Isaac Newton, ilmuwan paling besar  dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope,  Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya  Galileo. Seperti halnya Nabi Muhammad, dia lahir sesudah ayahnya meninggal. Di  masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan  teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di  sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Tatkala  menginjak akil baliq, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya  bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat  utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya delapan belas dia masuk  Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian  terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai  melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh  tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada  gilirannya kemudian mengubah dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Pertengahan abad ke-17 adalah  periode pembenihan ilmu pengetahuan. Penemuan teropong bintang dekat permulaan  abad itu telah merombak seluruh pendapat mengenai ilmu perbintangan. Filosof  Inggris Francis Bacon dan Filosof Perancis Rene Descartes kedua-duanya berseru  kepada ilmuwan seluruh Eropa agar tidak lagi menyandarkan diri pada kekuasaan  Aristoteles, melainkan melakukan percobaan dan penelitian atas dasar titik tolak  dan keperluan sendiri. Apa yang dikemukakan oleh Bacon dan Descartes, sudah  dipraktekkan oleh si hebat Galileo. Penggunaan teropong bintang, penemuan baru  untuk penelitian astronomi oleh Newton telah merevolusionerkan penyelidikan  bidang itu, dan yang dilakukannya di sektor mekanika telah menghasilkan apa yang  kini terkenal dengan sebutan "Hukum gerak Newton" yang pertama.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Ilmuwan besar lain, seperti William  Harvey, penemu ihwal peredaran darah dan Johannes Kepler penemu tata gerak  planit-planit di seputar matahari, mempersembahkan informasi yang sangat  mendasar bagi kalangan cendikiawan. Walau begitu, ilmu pengetahuan murni masih  merupakan kegemaran para intelektual, dan masih belum dapat dibuktikan --apabila  digunakan dalam teknologi-- bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah pola dasar  kehidupan manusia sebagaimana diramalkan oleh Francis Bacon.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Walaupun Copernicus dan Galileo  sudah menyepak ke pinggir beberapa anggapan ngelantur tentang pengetahuan purba  dan telah menyuguhkan pengertian yang lebih genah mengenai alam semesta, namun  tak ada satu pokok pikiran pun yang terumuskan dengan seksama yang mampu  membelokkan tumpukan pengertian yang gurem dan tak berdasar seraya menyusunnya  dalam suatu teori yang memungkinkan berkembangnya ramalan-ramalan yang lebih  ilmiah. Tak lain dari Isaac Newton-lah orangnya yang sanggup menyuguhkan  kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu pengetahuan  modern yang kini arusnya jadi anutan orang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Newton sendiri agak ogah-ogahan  menerbitkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya  jauh sebelum tahun 1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik  bertahun-tahun sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut  penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam serentetan  percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut  orang "cahaya putih" sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang  terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa  tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada  hukum ini dia --pada tahun 1668-- merancang dan sekaligus membangun teropong  refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar  penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan  hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah  diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris  tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Keberhasilan Newton di bidang optik  saja mungkin sudah memadai untuk mendudukkan Newton pada urutan daftar buku ini.  Sementara itu masih ada penemuan-penemuan yang kurang penting di bidang  matematika murni dan di bidang mekanika. Persembahan terbesarnya di bidang  matematika adalah penemuannya tentang "kalkulus integral" yang mungkin  dipecahkannya tatkala ia berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun.  Penemuan ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan  semata bagaikan benih yang daripadanya tumbuh teori matematika modern, tetapi  juga perabot tak terelakkan yang tanpa penemuannya itu kemajuan pengetahuan  modern yang datang menyusul merupakan hal yang mustahil. Biarpun Newton tidak  berbuat sesuatu apapun lagi, penemuan "kalkulus integral"-nya saja sudah memadai  untuk menuntunnya ke tangga tinggi dalam daftar urutan buku ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Tetapi penemuan-penemuan Newton yang  terpenting adalah di bidang mekanika, pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu  benda. Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu  obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu saja pada dasarnya  semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting  dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah  ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan termasyhur dan  dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum kedua  (secara matcmatik dijabarkan dcngan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa  akselerasi obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda. Terhadap  kedua hukum itu Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak  (menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang  sama dengan yang bertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang  kaidah ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika  digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh  makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak  planit-planit dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan  gerak-geriknya dapat diramalkan. Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum  mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan  menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan  problem.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Hukum Newton dapat dan sudah  dipergunakan dalam skala luas bidang ilmiah serta bidang perancangan pelbagai  peralatan teknis. Dalam masa hidupnya, pemraktekan yang paling dramatis adalah  di bidang astronomi. Di sektor ini pun Newton berdiri paling depan. Tahun 1678  Newton menerbitkan buku karyanya yang masyhur Prinsip-prinsip matematika  mengenai filsafat alamiah (biasanya diringkas Principia saja). Dalam buku itu  Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya berat dan tentang hukum gerak.  Dia menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan  secara tepat gerakan-gerakan planit-planit seputar sang matahari. Persoalan  utama gerak-gerik astronomi adalah bagaimana memperkirakan posisi yang tepat dan  gerakan bintang-kemintang serta planit-planit, dengan demikian terpecahkan  sepenuhnya oleh Newton hanya dengan sekali sambar. Atas karya-karyanya itu  Newton sering dianggap seorang astronom terbesar dari semua yang terbesar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Apa penilaian kita terhadap arti  penting keilmiahan Newton? Apabila kita buka-buka indeks ensiklopedia ilmu  pengetahuan, kita akan jumpai ihwal menyangkut Newton beserta hukum-hukum dan  penemuan-penemuannya dua atau tiga kali lebih banyak jumlahnya dibanding ihwal  ilmuwan yang manapun juga. Kata cendikiawan besar Leibniz yang sama sekali tidak  dekat dengan Newton bahkan pernah terlibat dalam suatu pertengkaran sengit:  "Dari semua hal yang menyangkut matematika dari mulai dunia berkembang hingga  adanya Newton, orang itulah yang memberikan sumbangan terbaik." Juga pujian  diberikan oleh sarjana besar Perancis, Laplace: "Buku Principia Newton berada  jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di dunia." Dan Langrange  sering menyatakan bahwa Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup.  Sedangkan Ernst Mach dalam tulisannya di tahun 1901 berkata, "Semua masalah  matematika yang sudah terpecahkan sejak masa hidupnya merupakan dasar  perkembangan mekanika berdasar atas hukum-hukum Newton." Ini mungkin merupakan  penemuan besar Newton yang paling ruwet: dia menemukan wadah pemisahan antara  fakta dan hukum, mampu melukiskan beberapa keajaiban namun tidak banyak menolong  untuk melakukan dugaan-dugaan; dia mewariskan kepada kita rangkaian kesatuan  hukum-hukum yang mampu dipergunakan buat permasalahan fisika dalam ruang lingkup  rahasia yang teramat luas dan mengandung kemungkinan untuk melakukan  dugaan-dugaan yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Dalam uraian yang begini ringkas,  adalah mustahil membeberkan secara terperinci penemuan-penemuan Newton.  Akibatnya, banyak karya-karya yang agak kurang tenar terpaksa harus disisihkan  biarpun punya makna penting di segi penemuan dalam bidang masalahnya sendiri.  Newton juga memberi sumbangsih besar di bidang thermodinamika (penyelidikan  tentang panas) dan di bidang akustik (ilmu tentang suara). Dan dia pulalah yang  menyuguhkan penjelasan yang jernih bagai kristal prinsip-prinsip fisika tentang  "pengawetan" jumlah gerak agar tidak terbuang serta "pengawetan" jumlah gerak  sesuatu yang bersudut. Antrian penemuan ini kalau mau bisa diperpanjang lagi:  Newtonlah orang yang menemukan dalil binomial dalam matematika yang amat logis  dan dapat dipertanggungjawabkan. Mau tambah lagi? Dia juga, tak lain tak bukan,  orang pertama yang mengutarakan secara meyakinkan ihwal asal mula  bintang-bintang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Nah, sekarang soalnya begini:  taruhlah Newton itu ilmuwan yang paling jempol dari semua ilmuwan yang pernah  hidup di bumi. Paling kemilau bagaikan batu zamrud di tengah tumpukan batu kali.  Taruhlah begitu. Tetapi, bisa saja ada orang yang mempertanyakan alasan apa  menempatkan Newton di atas pentolan politikus raksasa seperti Alexander Yang  Agung atau George Wasington, serta disebut duluan ketimbang tokoh-tokoh agama  besar seperti Nabi Isa atau Budha Gautama. Kenapa mesti begitu?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-right: 15px;" align="justify"&gt;Pertimbangan saya begini. Memang  betul perubahan-perubahan politik itu penting kalau tidak teramat penting. Walau  begitu, bagaimanapun juga pada umumnya manusia sebagaian terbesar hidup nyaris  tak banyak beda antara mereka di jaman lima ratus tahun sesudah Alexander wafat  dengan mereka di jaman lima ratus sebelum Alexander muncul dari rahim ibunya.  Dengan kata lain, cara manusia hidup di tahun 1500 sesudah Masehi boleh dibilang  serupa dengan cara hidup buyut bin buyut bin buyut mereka di tahun 1500 sebelum  Masehi. Sekarang, tengoklah dari sudut perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam lima  abad terakhir, berkat penemuan-penemuan ilmiah modern, cara hidup manusia  sehari-hari sudah mengalami revolusi besar. Cara berbusana beda, cara makan  beda, cara kerja dan ragamnya beda. Bahkan, cara hidup santai berleha-leha pun  sama sekali tidak mirip dengan apa yang diperbuat orang jaman tahun 1500 sesudah  Masehi. Penemuan ilmiah bukan saja sudah merevolusionerkan teknologi dan  ekonomi, tetapi juga sudah mengubah total segi politik, pemikiran keagamaan,  seni dan falsafah. Sangat langkalah aspek kehidupan manusia yang tetap "jongkok  di tempat" tak beringsut sejengkal pun dengan adanya revolusi ilmiah. Alasan ini  --sekali lagi alasan ini-- yang jadi sebab mengapa begitu banyak ilmuwan dan  penemu gagasan baru tercantum di dalam daftar buku ini. Newton bukan semata yang  paling cerdas otak diantara barisan cerdas otak, tetapi sekaligus dia tokoh yang  paling berpengaruh di dalam perkembangan teori ilmu. Itu sebabnya dia peroleh  kehormatan untuk didudukkan dalam urutan hampir teratas dari sekian banyak  manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Newton menghembuskan  nafas penghabisan tahun 1727, dikebumikan di Westminster Abbey, ilmuwan pertama  yang memperoleh penghormatan macam itu.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="60"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;hr /&gt; Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah&lt;br /&gt;Michael H. Hart,  1978&lt;br /&gt;Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982&lt;br /&gt;PT. Dunia Pustaka Jaya&lt;br /&gt;Jln.  Kramat II, No. 31A&lt;br /&gt;Jakarta Pusat  &lt;center&gt; &lt;hr /&gt; &lt;/center&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-6173896544015771144?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/6173896544015771144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=6173896544015771144&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/6173896544015771144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/6173896544015771144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2008/03/isaac-newton-1642-1727-alam-dan-hukum.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-4765063327329040060</id><published>2008-03-24T19:23:00.002+08:00</published><updated>2008-03-24T19:29:47.655+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu Lokal Diduga Mengandung Racun&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;, TRIBUN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; - Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung zat berbahaya jenis enterobacter sakazakii.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelidiki temuan tim peneliti IPB itu. Direktur Survailance dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM, Azizah Nuraini Prabowo mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut dan telah melakukan pertemuan dengan Tim IPB, Departemen Pertanian (Deptan), dan Departemen Kesehatan (Depkes).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;"Pertemuan akhir pekan lalu dan diambil kesepakatan untuk mem-follow up (menindaklanjuti) secara spesifik temuan itu,"kata Azizah kepada Persda Network, Minggu (24/2).&lt;br /&gt;Menurut dia, pihaknya perlu tahu dimana bakteri itu ditemukan apakah pada bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, proses produksi, atau hasil produksi. "Follow up kita permasalahannya dimana. Apakah penggunaan tekhnologinya atau apa. Ini laporannya belum lama. Dan secara resmi belum masuk laporannya,"kata Azizah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Kalau terbukti mengandung zat berbahaya, Azizah mengatakan, pihaknya tak sungkan akan menarik dari produk yang telah merugikan masyarakat tersebut dari pasaran.&lt;br /&gt;"Kita sudah kerjasama dengan Deptan karena bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; susu domain Deptan. Networking internasional juga kita jalin kerjasama. Kita tunggu saja hasilnya,"katanya.&lt;br /&gt;BPOM Bandung  belum dapat memberikan pernyataan resmi mengenai temuan tersebut.  Hal itu dikatakan oleh Siti Nuraniah, Kepala Seksi Sertifikasi Layanan Konsumen dan Informasi BPOM Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;"Untuk masalah ini saya belum bisa kasih komentar apa-apa karena di BPOM  tingkat pusatnya &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; belum diputuskan dan hingga saat ini pun masih sedang diselidiki, saya juga baru tahu itu di berita televisi tadi sore. Mungkin hari Senin besok sudah ada keputusan dan penjelasannya," katanya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (24/2). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Zat Beracun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dilansir dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ipb.ac.id/"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;www.ipb.ac.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;, Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian  Bogor (IPB) yang diketuai Dr. Sri Estuningsih mengungkapkan, sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel)  dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006, telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;"Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal," kata Estu.&lt;br /&gt;Enterobacter sakazakii dianggap sebagai zat beracun. Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam  22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat  E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel).  Dari 12 isolat yang diujikan terdapat enam isolat yang menghasilkan enteroksin.&lt;br /&gt;Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada  kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dari enam isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya  pada  mencit (sejenis tikus putih) yang baru berusia enam hari. Mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah tiga hari, dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;"Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Penelitian ini menyimpulkan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; terdapat susu formula dan makanan bayi  yang terkontaminasi oleh &lt;st1:place st="on"&gt;E Sakazakii&lt;/st1:place&gt; yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada  mencit berusia bayi.  Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut&lt;strong&gt;.(mba/Persda Network/aco)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;JENIS RACUN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;*Enterobacter sakazakii (zat beracun)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;AKIBATNYA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;-Enteritis (peradangan saluran pencernaan)&lt;br /&gt;-Sepsis (infeksi peredaran darah)&lt;br /&gt;-Meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-4765063327329040060?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/4765063327329040060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=4765063327329040060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/4765063327329040060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/4765063327329040060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2008/03/susu-lokal-diduga-mengandung-racun.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-5848171563792919362</id><published>2008-01-10T21:52:00.000+08:00</published><updated>2008-01-12T17:06:18.493+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 4pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Bahan Tambahan Makanan:&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-right: 4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tak dapat dipungkiri lagi bahwa penggunaan bahan tambahan makanan dewasa ini sangat beragam, dari pengawet sampai ke pemberi aroma dan pewarna.  Penggunaan bahan tambahan itu sediri bagi produsen mempunyai latar belakang yang berbeda-beda,  namun bagi konsumen sendiri, penambahan bahan tersebut tidak semuanya diperlukan.  Bahkan ada bahan yang justru membahayakan konsumen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;            Masalah penggunaan bahan tambahan makanan dalam proses produksi pangan perlu diwaspadai bersama, baik oleh produsen maupun oleh konsumen, mengingat penggunaannya dapat berakibat positif maupun negatip bagi masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-right: 4pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;            Untuk tujuan di atas, perlu kiranya pengetahuan mengenai bahan tambahan makanan.  Selain itu,  pengetahuan teknis mengenai BTM juga diperlukan untuk mendapatkan manfaat yang optimal serta terjaminnya aspek keamanan produk yang dihasilkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Menurut FAO didalam Furia, (1980) bahan tambahan makanan (BTM) atau &lt;i&gt;food additives &lt;/i&gt;didefinisikan sebagai senyawa yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dan terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan dan atau penyimpanan dan bukan merupakan bahan (ingredient) utama.  Sementara itu pada Buku Undang-undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan Khususnya pada Bab II (Keamanan Pangan) Bagian Kedua disebutkan bahwa yang dimaksud dengan bahan tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tujuan penambahan BTM secara umum adalah untuk (1) meningkatkan nilai gizi makanan, (2) memperbaiki nilai sensori makanan dan (3) memperpanjang umur simpan (&lt;i&gt;shelf life&lt;/i&gt;) makanan.  Selain tujuan-tujuan tersebut , BTM sering digunakan untuk memproduksi makanan untuk kelompok konsumen khusus, seperti penderita diabetes, pasien yang baru mengalami operasi, orang-orang yang menjalankan diet rendah kalori atau rendah lemak, dan sebagainya.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dalam pemilihan jenis BTM yang akan diaplikasikan suatu industri faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah jenis produk apa yang akan dihasilkan dan bagaimana BTM mempengaruhi mutu produk tersebut.  BTM yang dipilih adalah BTM yang mempunyai fungsi yang diharapkan.  Untuk itu pengetahuan teknis mengenai BTM sangat diperlukan.  Tidak kalah pentingnya , juga harus dilihat peraturan pemerintah  dalam hal ini peraturan Menteri Kesehatan mengenai BTM, karena selain untuk menjamin keamanan pruduk, juga hal ini merupakan sesuatu prasyarat yang harus dipenuhi pada waktu mendaftarkan produk ke Departemen Kesehatan untuk mendapatkan nomer MD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Faktor harga juga perlu menjadi perhatian, terutama karena harga  BTM ini bisa menentukan harga produk yang akan dihasilkan.  Dari beberapa pilihan BTMyang ada, ditunjang oleh pengetahuan teknis dan adanya peraturan pemerintah, maka dibuat beberapa formulasi produk.  Dari serangkaian eksperimen yang dilakukan di laboratorium yang meliputi uji organoleptik dan uji penyimpanan, akan didapat satu formula yang optimal yang selanjutnya bisa diproduksi.  Dengan demikian bisa ditetapkan jenis BTM yang akan dipakai di produk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pemakaian BTM umumnya diatur oleh lembaga-lembaga seperti Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (Ditjen POM) di Indonesia, Food and Drug Adminstration di USA.  Peraturan mengenai pemakaian BTM berbeda-beda di satu negara dengan lainnya.  Di Indonesia, peraturan tentang BTM dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan dan pengawasannya dilakukan oleh Ditjen POM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Didalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa penggunaan BTM dapat dibenarkan apabila (1) dimaksudkan untuk mencapai masing-masing tujuan penggunaan dalam pengolahan, (2) tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang salah atau tidak memenuhi persyaratan, (3) tidak digunakan untuk menyembunyikan cara kerja yang bertentangan dengan cara produksi yang baik untuk makanan dan (4) tidak digunakan untuk menyembunyikan kerusakan makanan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 235/MEN.KES/ PER/VI/1979 tanggal 19 Juni 1979 mengelompokkan BTM berdasarkan fungsinya yaitu (1) antioksidan, (2) anti kempal, (3) pengasam, penetral dan pendapar, (4) enzim, (5) pemanis buatan, (6) pemutih dan pematang, (7) penambah gizi, (8) pengawet, (9) pengemulsi, pemantap dan pengental, (10) pengeras, (110 pewarna alami dan sitetik, (12) penyedap rasa dan aroma, (13) seskuestran dan (14) bahan tambahan lain &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Di dalam tulisan ini dibahas 6 kelompok BTM yaitu antioksidan, anti kempal, pemanis buatan, bahan pengawet, pewarna dan pengemulsi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;II.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Antioksidan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Antioksidan adalah bahan tambahan yang  digunakan untuk melindungi komponen-komponen makanan yang bersifat tidak jenuh (mempunyai ikatan rangkap), terutama lemak dan minyak.  Meskipun demikian antioksidan dapat pula digunakan untuk melindungi komponen lain seperti vitamin dan pigmen, yang juga banyak mengandung ikatan rangkap di dalam strukturnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Mekanisme kerja antioksidan secara umum adalah menghambat oksidasi lemak.  Untuk mempermudah pemahaman tentang mekanisme kerja antioksidan perlu dijelaskan lebih dahulu mekanisme oksidasi lemak.  Oksidasi lemak terdiri dari tiga tahap utama yaitu inisiasi, propagasi, dan terminasi.  Pada tahap inisiasi terjadi pembentukan radikal asam lemak, yaitu suatu senyawa turunan asam lemak yang bersifat tidak stabil dan sangat reaktif akibat dari hilangnya satu atom hidrogen (reaksi 1).  pada tahap selanjutnya, yaitu propagasi, radikal asam lemak akan bereaksi dengan oksigen membentuk radikal peroksi (reaksi 2).  Radikal peroksi lebih lanjut akan menyerang asam lemak menghasilkan hidroperoksida dan radikal asam lemak baru (reaksi 3).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Inisiasi              :   RH ---- R* + H*                  (1)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Propagasi         :   R* + O2 -----ROO*            (2)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;ROO* + RH -----ROOH +R* (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Hidroperoksida yang terbentuk bersifat tidak stabil dan akan terdegradasi lebih lanjut menghasilkan senyawa-senyawa karbonil rantai pendek seperti aldehida dan keton yang bertanggungjawab atas flavor makanan berlemak.  Tanpa adanya antioksidan, reaksi oksidasi lemak akan mengalami terminasi melalui reaksi antar radikal bebas membentuk kompleks bukan radikal (reaksi 4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Terminasi          :   ROO* +ROO* ---- non radikal       (reaksi 4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;                            R* + ROO* ---- non radikal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;R* + R*  ----- non radikal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Antioksidan yang baik akan bereaksi dengan radikal asam lemak segera setelah senyawa tersebut terbentuk.  Dari berbagai antioksidan yang ada, mekanisme kerja serta kemampuannya sebagai antioksidan sangat bervariasi.  Seringkali, kombinasi beberapa jenis antioksidan memberikan perlindungan yang lebih baik (sinergisme) terhadap oksidasi dibanding dengan satu jenis antioksidan saja.  Sebagai contoh asam askorbat seringkali dicampur dengan antioksidan yang merupakan senyawa fenolik untuk mencegah reaksi oksidasi lemak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Adanya ion logam, terutama besi dan tembaga, dapat mendorong terjadinya oksidasi lemak.  Ion-ion logam ini seringkali diinaktivasi dengan penambahan senyawa pengkelat dapat juga disebut bersifat sinergistik dengan antioksidan karena menaikan efektivitas antioksidan utamanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai antioksidan harus mempunyai sifat-sifat : tidak toksik, efektif pada konsentrasi rendah (0,01-0,02%), dapat terkonsentrasi pada permukaan/lapisan lemak (bersifat lipofilik) dan harus dapat tahap pada kondisi pengolahan pangan umumnya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Berdasarkan sumbernya antioksidan dapat digolongkan ke dalam dua jenis yaitu jenis pertama, antioksidan yang  bersifat alami, seperti komponen fenolik/flavonoid, vitamin E, vitamin C dan beta-karoten dan jenis ke dua, adalah antioksidan sintetis seperti BHA (&lt;i&gt;butylated hydroxyanisole&lt;/i&gt;), BHT (&lt;i&gt;butylated hydroxytoluene&lt;/i&gt;, propil galat (PG), TBHQ (&lt;i&gt;di-t-butyl hydroquinone&lt;/i&gt;).  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tabel 1.  Menunjukan komponen-komponen flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan beserta sumbernya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;BHA (Butylated Hydroanisole).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;  BHA merupakan campuran dari 2 isomer yaitu 2- dan 3-tertbutilhidroksianisol .  Diantara ke dua isomer, isomer 3-tert memiliki aktifitas antioksidan yang lebih efektif dari isomer 2-tert.  Bentuk fisik dari BHA adalah padatan putih menyerupai lilin, bersifat larut dalam lemak dan tidak larut dalam air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;BHT (Butylated Hydroxytoluene)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;.  Sifat-sifat BHT sangat mirip dengan BHA dan bersinergis dengan BHA.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" lang="PT-BR" &gt;Propil Galat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;.  Propil galat merupakan ester dari propanol dari asam trihidroksi benzoat.  Bentuk fisik dari propil galat adalah kristal putih.  Propil galat memiliki sifat-sifat : (1) dapat bersinergis dengan BHA dan BHT, (2) sensitif terhadap panas, (3) membentuk kompleks berwarna dengan ion logam, oleh karenanya jika dipakai dalam makanan kaleng dapat mempengaruhi penampakan produk.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;TBHQ (Tertiary Butylhydroquinone)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;.  TBHQ merupakan antioksidan yang paling efektif dalam minyak makan dibandingkan BHA, BHT, PG dan tokoferol.  TBHQ memiliki sifat-sifat (1) bersinergis dengan BHA (2) cukup larut dalam lemak (3) tidak membentuk komplek dengan ion logam tetapi dapat berubah menjadi merah muda, jika bereaksi dengan basa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dosis pengunaan dari masing-masing antioksidan sintetik ini tidak sama untuk masing-masing negara.  Tabel 2 menunjukkan dosis pemakaian antioksid BHA, BHT, Galat dan TBHQ pada beberapa negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 99.25pt; text-align: center; text-indent: -63.25pt;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tabel 1.  Beberapa contoh komponen flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 1.95in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Komponen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 297.35pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Vitamin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Vitamin C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Vitamin E&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah-buahan &amp;amp; sayuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Padi-padian, kacang-kacangan dan minyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Anthosianidin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Oenin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Cyanidin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Delphinidin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Anggur (wine)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah anggur, raspberri, strawberri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Kulit buah aubergine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Flavo-3-ols&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;          Quercertin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;          Kaempferol&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Bawang, kulit buah apel, buah berri, buah anggur, tea   dan brokoli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Leek, brokoli, buah anggur dan teh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Flavonone&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Rutin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Luteolin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Chrysin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Apigenin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Bawang, kulit buah apel, buah berri, buah anggur, tea   dan brokoli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Lemon, olive, cabe   merah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Kulit buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Celery dan parsley&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Flavan-3-ols&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        (Epi)catecin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;          Epigallocatecin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;          Epigallocatecin gallate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Epicatecin   gallate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Red/black grape wine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Flavonone&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;        Taxifolin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Narirutin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Naringenin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Hesperidin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Hesperetin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah jeruk citrus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah jeruk citrus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah jeruk citrus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Jus Orange&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Jus Orange&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Theaflavin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Theaflavin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Theaflavin-3-gallate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Theaflavin-3’-gallate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Theaflavin digallate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Black tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Black tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Black tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Black tea&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 1.95in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Hydroxycinnamat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Caffeic acid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Chlorogenic acid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           Ferulic acid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;           p-Coumaric acid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 297.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="396"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah anggur putih, olive, asparagus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah apel, pir, cherry, tomat dan peach&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Padi-padian, tomat,   asparagus&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Buah anggur putih, tomat, asparagus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sumber : Rice-Evans &lt;i&gt;et al&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;(1997)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tabel 2.   Dosis maksimum pemakaian antioksidan pada beberapa negara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 2in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Negara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="4"  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 288.35pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="384"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Antioksidan (ppm)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 76.5pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;BHA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 76.5pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;BHT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 1in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Gallate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 63.35pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;TBHQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;USA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;200&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;200&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;150&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;200&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;UK&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Eire&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 26.05pt;"&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in; height: 26.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Belgium-Retail&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt; height: 26.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt; height: 26.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in; height: 26.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt; height: 26.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;              -Manufacturing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Belanda-Retail&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;              - Manufacturing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Italia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Perancis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Luxembourg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Denmark&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;50&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 2in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Jerman Barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="3"  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 225pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="300"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tidak diizinkan untuk lemak dan minyak, hanya untuk   makanan tertentu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sumber : Allen and Hamilton (1983)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0.25in 4pt 12pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;III.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Anti Kempal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Anti kempal adalah senyawa anhidrat yang dapat mengikat air tanpa menjadi basah dan biasanya ditambahkan ke dalam bahan makanan yang bersifat bubuk/partikulat seperti garam meja.  Tujuan penambahan senyawa anti kempal adalah untuk mencegah terjadinya penggumpalan dan menjaga agar bahan tersebut dapat dituang (&lt;i&gt;free flowing&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;            Senyawa anti kempal biasanya merupakan garam-garam anhidrat yang bersifat cepat terhidrasi dengan mengikat air, atau senyawa-senyawa yang dapat mengikat air melalui pengikatan dipermukaan (&lt;i&gt;surface adhesion&lt;/i&gt;) tanpa menjadi basah dan menggumpal.  Senyawa-senyawa tersebut biasanya adalah senyawa yang secara alami berbentuk hampir kristal (&lt;i&gt;near crystalline&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;            Senyawa anti kempal dapat digolongkan menjadi (1) garam (aluminium, amonium, kalsium, potasium dan sodium) dari asam lemak rantai panjang (miristat, palmitat, stearat) ; (2) kalsium fosfat; (3) potasium dan sodium ferisianida; (4) magnesium oksida dan (5) garam (aluminium, magnesium, kalsium dan campuran kalsium aluminium) dari asam-asam silikat.  Senyawa golongan 1, 2, dan 3 membentuk hidrat, sedangkan 4 dan 5 menyerap air.  Potasium dan sodium ferosinida tidak banyak lagi digunakan karena tokisitasnya yang relatif tinggi.  Jumlah yang ditambahkan biasanya berkisar pada 1% berat bahan pangan.  Senyawa anti kempal umumnya dapat dimetabolisme atau tidak toksik pada tingkat penggunaan yang diijinkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;            Kalsium silikat banyak digunakan untuk menghindari penggumpalan baking powder dan mempunyai kemampuan untuk mengikat air 2,5 kali dari beratnya.  Selain mengikat air, kalsium silikat juga dapat mengikat minyak dan senyawa-senyawa non polar lainnya.  Sifat ini yang membuat kalsium silikat banyak digunakan di dalam campuran-campuran yang mengandung bumbu, terutama yang kandungan minyaknya tinggi.  Kalsium stearat sering digunakan sebagai &lt;i&gt;prossesing aid &lt;/i&gt;dalam pembuatan permen keras (&lt;i&gt;hard candy&lt;/i&gt;).  Senyawa anti kempal yang relatif baru dikembangkan adalah bubuk selulosa berkristal mikro (&lt;i&gt;microcrystalline cellulose powder&lt;/i&gt;) dan banyak digunakan untuk produk keju parut agar tidak membentuk gumpalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;IV.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Pemanis Buatan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pemanis merupakan komponen bahan pangan yang sangat umum, oleh karena itu agak aneh jika dimasukkan ke dalam daftar bahan tambahan makanan.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Oleh karena itu yang termasuk BTM adalah pemanis pengganti gula (sukrosa).  Pemanis, baik yang alami maupun sintetis, merupakan senyawa yang memberikan persepsi rasa manis tetapi tidak mempunyai nilai gizi (&lt;i&gt;non-nutritive sweeteners&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai pemanis, kecuali berasa manis  harus memenuhi beberapa kriteria tertentu, seperti (1) larut dan stabil pada kisaran pH yang luas, (2) stabil pada kisaran suhu yang luas, (3) mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai &lt;i&gt;side &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;aftertaste &lt;/i&gt;dan (4) murah, setidaknya tidak melebihi harga gula (sukrosa).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Senyawa yang mempunyai rasa manis strukturnya sangat beragam.  Meskipun demikian, senyawa-senyawa tersebut mempunyai &lt;i&gt;feature &lt;/i&gt;yang mirip, yaitu memiliki sistem donor/akseptor proton (sistem AH/B) yang cocok dengan sistem reseptor (AH/B) pada indera perasa manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" lang="PT-BR" &gt;Sakarin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;, merupakan pemanis tertua, termasuk pemanis yang sangat penting peranannya dan biasanya dijual dalam bentuk garam Na atau Ca.  Tingkat kemanisan sakarin adalah 300 kali lebih manis daripada gula.  Karena tidak mempunyai nilai kalori, sakarin sangat populer digunakan sebagai pemanis  makanan diet.  Pada konsentrasi tinggi sakarin mempunyai &lt;i&gt;aftertaste &lt;/i&gt;pahit.  Meskipun hasil pengujian pada hewan percobaan menunjukan kecendrungan bahwa sakarin menimbulkan efek karsinogenik tetapi hal ini belum dapat dibuktikan oleh manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Siklamat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; merupakan pemanis non-nutritif yang tidah kalah popularnya setelah sakarin.  Tingkat kemanisannya 30 kali lebih manis daripada gula dan tidak memberikan &lt;i&gt;after taste&lt;/i&gt;.  Pada tahun 1970-an di Amerika, Canada dan Inggris siklamat dilarang penggunaannya karena  produk degradasinya yaitu sikloheksil amina bersifat karsinogenik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Aspartam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;  atau metil ester dari L-aspartil-L-fenilalanin merupakan pemanis baru yang penggunaannya mulai marak sekitar tahun 1980-an untuk produk-produk minuman ringan.  Aspartam merupakan pemanis yang mempunyai nilai kalori karena aspartam merupakan suatu dipeptida, namun karena tingkat kemanisannya yang tinggi (200 kali sukrosa) maka hanya ditambahkan dalam jumlah yang kecil sehingga nilai kalorinya dapat diabaikan.  Karena merupakan dipeptida, sapartam mudah terhidrolisis, mudah mengalami reaksi kimia yang biasa terjadi pada komponen pangan lainnya dan mungkin terdegradasi oleh mikroba.  Hal tersebut tentunya merupakan limitasi penggunaan aspartam pada produk-produk pangan berkadar air tinggi.  Jika mengalami hidrolisis aspartam akan kehilangan rasa manisnya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Di dalam makanan aspartam dapat mengalami kondensasi intramolukuler menghasilkan diketo piperazin.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" lang="PT-BR" &gt;Asesulfam K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" lang="PT-BR" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;  Setelah aspartam, pemanis sintetik yang disetujui penggunaanya dalam bahan pangan adalah asesulfam K.  Asesulfam K adalah senyawa 6-metil-1,2,3-oksatizin-4(3H)-on-2,2-dioksida atau merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat.  Tingkat kemanisan asesulfam adalah 200 kali lebih manis daripada sukrosa.  Pengujian laboratorium telah membuktikan bahwa sesulfam K tidak berbahaya bagi manusia dan stabilitasnya selama pengolahan sangat baik.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" lang="PT-BR" &gt;V.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" lang="PT-BR" &gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" lang="PT-BR" &gt;Pengawet&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Pengawet berfungsi untuk memperpanjang umur simpan suatu makanan dan dalam hal ini dengan jalan menghambat pertumbuhan mikroba.  Oleh karena itu sering pula disebut sebagai senyawa antimikroba.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Berbagai senyawa mempunyai sifat sebagai antimikroba, diantaranya sulfit dan sulfurdioksida, garam nitrit dan nitrat, asam sorbat, asam propionat, asam asetat, asam benzoat. sulfurdioksida telah lama digunakan dalam makanan sebagai pengawet dan penggunaanya berkembang menjadi berbagai bentuk seperti gas SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, garam bisulfit dan sulfit.  Penelitian menunjukan bahwa sulfurdioksida paling efektif bekerja pada kondisi pH rendah dan diperkirakan hal  ini disebabkan oleh H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; yang dalam larutan tidak berdisosiasi.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dalam keadaan tidak terdisosiasi, asam tersebut lebih mudah menembus dinding sel mikroba.  Selain bertindak sebagai pengawet sulfurdioksida juga dapat mencegah terjadinya pencoklatan non enzimatis (reaksi Maillard) yaitu dengan cara bereaksi dengan gula pereduksi maupun senyawa antar aldehida.  Sulfurdioksida juga mempunyai efek memucatkan pigmen melanoidin yang terbentuk pada reaksi Maillard sehingga sangat efektif dalam mencegah reaksi pencoklatan tersebut.  Sulfurdioksida juga sering ditambahkan ke dalam tepung untuk memutus ikatan disulfida pada protein dan memperbaiki mutu adonan  yang dihasilkan.  Sulfurdioksida dan sulfit dapat dimetabolisme menjadi sulfat dan dieksresi ke dalam urin tanpa efek sampingan lainnya.  Sulfurdioksida atau sulfit biasanya ditambahkan pada konsentrasi sekitar 500 – 1000 ppm, tergantung dari tujuan penambahan dan jenis makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Garam potasiium atau sodium dari nitrit dan nitrat ditambahkan pada proses curing daging, juga dapat menghambat pertumbuhan mikroba.  Senyawa yang berperan adalah nitrit dan pada konsentrasi 150-200 ppm dapat menghambat pertumbuhan &lt;i&gt;Clostridia &lt;/i&gt;di dalam daging yang dikalengkan.  Meskipun demikian, penggunaan nitrit saat ini dihindari karena diduga menghasilkan nitrosamin yang bersifat karsinogenik.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Asam sorbat yang merupakan asam mono karboksilat dan anolog-analognya memiliki ikatan rangkap a (&lt;i&gt;a-unsaturated&lt;/i&gt;) mempunyai sifat antimikroba yang sangat kuat.  Asam ini biasanya digunakan dalam bentuk garam sodium dan potasiumnya dan diketahui efektif menghambat pertumbuhan kapang dan ragi di dalam berbagai makanan seperti keju, produk-produk bekeri, sari buah, anggur dan acar.  Asam sorbat sangat efektif menekan pertumbuhan kapang dan tidak mempengaruhi cita  rasa makanan pada tingkat penambahan yang diperbolehkan (sampai 0,3% berat bahan).  Aktivitas asam sorbat dan analog-analog asam lemaknya diperkirakan karena mikroba tidak dapat memetabolisme sistem dien dengan ikatan rangkap a.  Diperkirakan asam sorbat mengganggu   aktivitas enzime dehidrogenase asam lemak pada awal aktivitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Asam propionat dan asetat juga berperan sebagai anti mikroba terutama kapang dan beberapa bakteri.  Asam propionat biasanya digunakan dalam bentuk garam natrium dan kalsium.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Senyawa ini secara alami terdapat di dalam keju swiss (sampai 1% berat).  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Asam propionat selain dapat menghambat kapang juga dapat menghambat pertumbuhan &lt;i&gt;Bacillus mesentericus &lt;/i&gt;yang menyebabkan kerusakan &lt;i&gt;ropy bread&lt;/i&gt;.  Seperti halnya antimikroba lain, asam propionat dalam bentuk tidak terdisosiasi bersifat lebih poten.  Toksisitas asam propionat bagi kapang dan sebagian bakteri diakibatkan oleh ketidakmampuan mikroba-mikroba tersebut dalam memetabolisme rangkain 3-karbon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Penggunaan asam asetat dalam pengawetan pangan sudah sejak lama, seperti pada pengacaran (&lt;i&gt;pickle&lt;/i&gt;), selain cuka (4 % asam asetat).  Selain sebagai antimikroba, asam asetat juga berkontribusi terhadap cita rasa makanan seperti pada mayones, acar, saos tomat dan lain-lain.  Aktivitas antimikroba asam asetat meningkat dengan menurunya pH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Asam benzoat seringkali digunakan sebagai antimikroba dalam makanan seperti sari buah, minuman ringan dan lain-lain.  Garam sodium dari asam benzoat lebih sering digunakan karena bersifat lebih larut air daripada bentuk asamnya.  Asam benzoat sangat poten terhadap ragi dan bakteri dan paling efektif dalam menghambat pertumbuhan kapang.  Asam benzoat sering dikombinasikan dengan asam sorbat dan ditambahkan dalam jumlah sekitar 0,05-0,1% berat bahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h5 style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0); font-weight: normal;"&gt;VI.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0); font-weight: normal;font-size:7;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0); font-weight: normal;"&gt;Pewarna Makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Penentuan mutu bahan makanan pada umumnya sangat tergantung pada beberapa faktor diantaranya citarasa, warna tekstur dan nilai gizi.  Tetapi sebelum faktor-faktor tersebut dipertimbangkan secara fisual faktor warna tampil lebih dahulu dan terkadang sangat menentukan.  Selain sebagai faktor yang ikut menentukan mutu, warna juga dapat digunakan sebagai indikator kesegaran atau kematangan buah.  Warna juga dapat menunjukkan apakah suatu pencampuran atau pengolahan sudah dilakukan dengna baik atau belum.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Di dalam Tranggono dkk. (1990) FDA mendefinisikan pewarna tambahan sebagai ‘pewarna, zat warna atau bahan lain yang dibuat dengan cara sintetik/kimiawi atau bahan alami dari tanaman, hewan atau sumber lain yang diekstrak, disiolasi, yang bila ditambahkan atau digunakan ke bahan makanan, obat atau kosmetik, bisa menjadi bagian dari warna bahan tersebut’.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Menurut Winarno (1997) ada lima sebab yang dapat menyebabkan suatu bahan berwarna yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;1.Pigmen yang secara alami terdapat pada hewan maupun tanaman&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;2.Reaksi karamelisasi yang menghasilkan warna coklat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3.Reaksi Maillard yang dapat menghasilkan warna gelap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;4.Reaksi oksidasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;5.Penambahan zat warna baik zat warna alami (pigmen) maupun sintetik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pada pengolahan makanan moderen, bahan pewarna sering ditambahkan dengan tujuan untuk memperbaiki warna dari bahan makanan atau untuk memperkuat warna asli dari bahan bahan makanan tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dalam Bab ini pembahasan mengenai zat warna dibatasi hanya untuk zat warna alami (pigmen) dan zat warna sintetik yang termasuk golongan bahan tambahan makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Pewarna alami&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;, sebagaimana kita telah ketahui, banyak jenis tanaman dan hewan yang mempunyai warna-warna yang indah dan cemerlang.  Pemakaian zat warna yang berasal dari tanaman dan hewan ini telah lama dilakukan oleh para pendahulu-pendahulu kita, misalnya daun pandan, daun suji, kunyit dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Klorofil adalah zat warna alami hijau yang umumnya terdapat pada daun, sehingga sering disebut zat warna hijau  daun.  Zat warna ini sering diassosiasikan dengan kesegaran sayur-sayuran atau belum masak pada buah-buahan.  Terdapat 2 jenis klorofil yang telah berhasil diisolasi yaitu klorofil a dan klorofil b.  keduanya terdapat pada tanaman dengan perbandingan 3 :1.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Klorofil a termasuk dalam pigmen yang disebut porfirin; hemoglobin juga termasuk di dalamnya.Klorofil a mengandung atom Mg yang diikat dengan N dari 2 cincin pirol dengan ikatan kovalen serta oleh dua atom N dari dua cincin pirol lainmelalui ikatan koordinat; yaitu N dari pirol yang menyumbangkan pasangan elektronnya pada Mg (pada gambar dinyatakan dengan garis putus-putus).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Dalam proses pengolahan pangan, perubahan yang paling umum terjdai ialah penggantian atom magnesium dengan atom hidrogen yang membetnuk feofitin ditandai dengan perubahan warna dari hijau menjadi coklat olive yang suram.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Mioglobin dan hemoglobin ialah zat warna merah pada daging yang  tersusun oleh protein globin dan heme yang mempunyai inti berupa zat besi.  Heme merupakan senyawa yang terdiri dari dua bagian yaitu atom zat besi dan suatu cincin plana yang besar yaitu porfirin.  Porfirin tersusun oleh empat cincin pirol yang dihubungkan satu dengan lainnya dengan jembtan meten.  Heme juga disebut feroprotoporfirin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Baik hemoglobin maupun mioglobin memiliki fungsi yang serupa yaitu berfungsi dalam transfor oksigen untuk keperluan metabolisme.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Karotenoid merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, oranye, merah oranye yang terlarut dalam lipida (minyak), berasal dari hewan maupun tanaman, misalnya fukoxanthin yang terdapat didalam lumut, lutein, violaxanthin, dan neoxanthin terdapat pada dedaunan, likopen pada tomat, kapsanthin pada cabe merah, biksin pada annatto, caroten pada wortel, dan astazanthin pada lobster.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Anthosianin dan anthoxanthin tergolong pigmen yang disebut flavonoid yang pada umumnya larut dalam air. Anthosianin tersusun oleh sebuah aglikon  yang berupa anthosianidin yang teresterifikasi dengan molekul gula yang bisa satu atau lebih.  Gula yang sering ditemukan adalah glukosa, ramnosa, galaktosa, xilosa dan arabinosa.  Anthosianin yang mengandung satu molekul gula disebut monosida, dua gula disebut diosida dan tiga gula disebut triosida. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Terdapat enam jenis anthosianidin yang sering terdapat dialam, yang penting untuk makanan yaitu pelargonidin, sianidin, delfinidin, peonidin, petunidin dan malvinidin.  Semua anthosianidin merupakan derivatif dari struktur dasar kation flavilium.  Pada molekul flavilium terjadi subsitusi dengan molekul OH dan Ome untuk membentuk anthosianidin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Warna pigmen anthosianin merah, biru, violet dan biasanya terdapat pada bunga- buah-buahan dan sayur-sayuran.  Warna pigmen dipengaruhi oleh konsentrasi pigmen, dan pH.  Pada konsentrasi yang encer anthosianin berwarna biru, sebaliknya pada konsentrasi pekat berwarna merah dan konsentrasi biasa berwarna ungu.  Pada pH rendah pigmen anthosianin berwarna merah dan pada pH tinggi berubah menjadi violet dan kemudian menjadi biru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Pewarna&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt; &lt;span style=""&gt;sintetik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;, perkembangan zat pewarna sintetik cukup pesat  Di Amerika Serikat pada tahun 1906 dikeluarkan suatu peraturan yang disebut Food and Drug Act yang memuat tujuh macam zat pewarna yaitu orange no 1, erythrosin, ponceau 3R, amarant, indigotine, naphtol yellow dan ligth green.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pada tahun 1938 di Amerika juga telah dikeluarkan peraturan baru yaitu yang disebut  Food, Drug and Cosmetic Act (FD&amp;amp;C). yang memperluas ruang lingkup peraturan tahun 1906 dan mengatur penggunaan zat pewarna.  Zat pewarna dapat digolongkan atas tiga kategori yaitu FD&amp;amp;C Color, D&amp;amp;C Color, dan Ext D&amp;amp;C.  FD&amp;amp;C Color adlah zat pewarna yang dizinkan untuk makanan, obat-obatan dan kosmetik.  D&amp;amp;C diijinkan penggunaanya dalam obat-obatan dan kosmetik, sedangkan untuk bahan makanan dilarang.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Ext D&amp;amp;C diijinkan dalam jumlah terbatas pada obat-obat luar dan kosmetik.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Berikut ini Tabel 3 adalah daftar bahan pewarna makanan yang terdaftar pada FAO/WHO dan UK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Di Indonesia, karena undang-undang penggunaan zat pewarna belum ada (hingga saat ini aturan penggunaan zat warna sintetik diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI tanggal 22 Oktober 1973 No. 11332/A/SK/73), terdapat kecenderungan penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarang bahan makanan.  Dari hasil pemantauan dan penelitian YLKI mulai tahun 1979, pengunaan pewarna pada berbagai produk diperlihatkan pada Tabel 4.  Tabel tersebut menunjukkan bahwa masih banyak penggunaan bahan terlarang sebagai pewarna.  Pewarna terlarang yang masih sering dipakai adalah orange RN, auramine, rhodamine B dan methanil yellow. Timbulnya penyalahgunaan zat pewarna tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan rakyat mengenai zat pewarna untuk makanan, atau disebabkan karena tidak adanya penjelasan dalam label yang melarang penggunaan senyawa tersebut untuk bahan pangan.  Disamping itu, harga zat pewarna untuk industri relatif lebih murah dibandingkan dengan harga zat pewarna untuk makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: center; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tabel 3.  Pewarna makanan yang terdaftar pada FAO/WHO dan UK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 142.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;FAO/WHO list :as at May 1977 (many whit conditional   use)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 155.5pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;UK list : 1960&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 139.7pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;UK list : added by 1975&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Acid Fuchsine FB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Amaranth&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Black 7984**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Allura Red AC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Azorubine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Briliant Blue FCF***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Amaranth&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Brilliant Black BN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Fast Yelow AB**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Azorubine (Carmoisine)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Blue VRS*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Patent Blue V&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Briliant Black BN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;(t)Brown FK***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Indianthrene Blue RS**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Brulliant Blue FCF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Chocolate Brown FB***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Brown FK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;(t) Chocolate Brown HT ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Chocolate Brown HT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Erythrosine BS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Chrysone&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Fast Red E*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Eosin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Green S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Erythrosine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Indigo Carmine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Fast Gree FCF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Naphthol Yellow S*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Fast Red E&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Oil Yellow GG*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Fast Yellow AB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Oil Yellow XP*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Green S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Orange G ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Indanthrene (Solanthrene)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Orange RN**&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Blue RS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Ponceau MX*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Indigo Carmine   (Indigotine)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Ponceau SX*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Patent Blue V&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Ponceau3R*&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Ponceau 4R&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Ponceau 4R&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Ponceau 6R&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Qunoline Yellow&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Qunoline Yellow&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;(1)Red 2G***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Red 2G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Red 6B*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Red 10B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Red 10B*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Scarlet GN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Red FB*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sudan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sunset Yellow FCF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sunset Yellow FCF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tatrazine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tatrazine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Violet BNP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 4pt; text-align: center; text-indent: 28.35pt;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tabel 3.  (Lanjutan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 142.2pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;FAO/WHO list :as at May 1977 (many whit conditional   use)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 155.5pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;UK list : 1960&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 139.7pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;UK list : added by 1975&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Violet 5BN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Yellow 2G***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Yellow 2G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Yellow RFS*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 142.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="190"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Yellow 27175N&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 155.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="207"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Yellow RY*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 139.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="186"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 138pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Keterangan : * : Colours removed from UK list by 1975, ** : colours removed in 1976, *** : Colours not in EEC list, but with 3 years temporary permit ifmarket (t), *** : current volunrtary ban on use&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: center; text-indent: 2in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sumber : Puspitasari, N.L. (1977)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 6pt 21.25pt; text-align: center; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tabel 4.  Hasil Penelitian YLKI atas bahan Pewarna Beberapa Produk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 21.3pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 66.9pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;W.P.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 108.6pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Produk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 63.75pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 56.7pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;P.P.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 56.7pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;L.S.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(242, 242, 242) none repeat scroll 0% 50%; width: 0.7in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;D.L.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;May-79&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Kembang gula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Aug-79&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Saos tomat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;37&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Apr-80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sirup Trop.Slim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Oct-81&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Krupuk udag&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Mar-83&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sirup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;59&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;59&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Nov-84&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pewarna makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;63&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;63&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;14&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sep-86&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Essence&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;36&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;36&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Apr-87&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Sirup&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;22&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;May-88&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Saos tomat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;35&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Jun-88&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Saos cabe&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;35&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 66.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="89"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Mar-90&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 108.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="145"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tahu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="85"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="76"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 0.7in;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 152.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Keterangan : &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; text-indent: 152.7pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;WP : Waktu Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; text-indent: 152.7pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;PP  :  Jumlah Produk yang memakai pewarna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; text-indent: 152.7pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;LS  :  Jumlah produk yang memakai pewarna melibihi standar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; text-indent: 152.7pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;DL  :  Jumlah produk yang memakai pewarna terlarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 152.7pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sumber : Rustamaji, E.  (1997).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 6pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;VII.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:14;" &gt;Pengemulsi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Emulsi didefinisikan sebagai suatu sistim yang terdiri dari dua fase cairan yang tidak saling melarut, dimana salah satu cairan terdispersi dalam bentuk globula-globula di dalam cairan lainnya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Cairan yang terpecah menjadi globula-globula dinamakan fase terdispersi, sedangkan cairan yang mengelilingi globula-globula dinamakan fase kontinyu atau medium dispersi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Istilah pengemulsi (emulsifier) atau sulfaktan dalam beberapa hal kurang tepat, karena bahan ini dapat melakukan beberapa fungsi yang pada beberapa jenis produk tidak berkaitan langsung dengan pembentukan emulsi sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Fungsi-fungsi pengemulsi pangan dapat dikelompokan menjadi tiga golongan utama yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;1.  Untuk mengurangi tegangan permukaan pada permukaan minyak dan air, yang mendorong pembentukan emulsi dan pembentukan kesetimbangan fase antara minyak, air dan pengemulsi pada permukaan yang memantapkan antara emulsi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;2.  Untuk sedikit merubah sifat-sifat tekstur, awetan dan sifat-sifat reologi produk pangan, dengan pembentukan senyawa kompleks dengan komponen-komponen pati dan protein.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;3.  Untuk memperbaiki tekstur produk pangan yang bahan utamanya lemak dengan mengendalikan keadaan polimorf lemak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Sistim kerja emulsifier berhubungan erat dengan tegangan permukaan antara kedua fase (tegangan interfasial).  Selama emulsifikasi, emulsifier berfungsi menurunkan tegangan interfasial sehingga mempermudah pembentukan permukaan interfasial yang sangat luas.  Bila tegangan interfasial turun sampai di bawah 10 dyne per cm, maka emulsi dapat dibentuk; sedangkan bila tegangan interfasial mendekati nilai nol, maka emulsi akan terbentuk dengan spontan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Pada dasarnya emulsifier merupakan surfactan yang mempunyai dua gugus, yaitu gugus hidrofilik dan gugus lipofilik.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Gugus hidrofilik bersifat polar dan mudah bersenyawa dengan air, sedangkan gugus lipofilik bersifat non polar dan mudah bersenyawa dengan minyak.  Di dalam molekul emulsifir, salah satu gugus harus lebih dominan jumlahnya.  Bila gugus polarnya yang lebih dominan, maka molekul-molekul emulfisier tersebut akan diadsoprsi lebih kuat oleh air dibandingkan dengan minyak.  Akibatnya tegangan permukaan air menjadi lebih rendah sehingga mudah menyebar dan menjadi fase kontinyu.  Demikian pula sebaliknya, bila gugus nonpolarnya lebih dominan, maka molekul-molekul emulsifier tersebut akan diadsopsi lebih kuat oleh minyak dibandingkan dengan air.  Akibatnya tegangan permukaan minyak menjadi lebih rendah sehingga mudah menyebar dan menjadi fase kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Banyak cara-cara sudah dikembangkan untuk mendapatkan pengemulsi atau campuran-emulsi untuk mendapatkan sifat khusus suatu produk pangan yang tepat atau campuran emulsi yang tepat untuk mendapatkan sifat-sifat khusus produk pangan.  Teori pertama untuk menduga pembentukan emulsi, apakah O/W atau W/O adalah yang disebut hukum Bancrobt, yang dikemukakan pertama kali pada tahun 1913.   Teori tersebut menyatakan bahwa fase yang mana bahan pengemulsinya mudah larut, menjadi fase eksternal.  Teori selanjutnya adalah pemilihan dengan sistem keseimbangan sifat hidrofilik dan lipofilik (&lt;i&gt;Hidrophilic-Lipophilic Balance&lt;/i&gt;/HLB) yang dikemukakan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Griffin&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.  Nilai-nilai HLB suatu pengemulsi yang rendah menunjukan pengemulsi bersifat bersifat hidrofilik yang lemah.  Kenaikan nilai HLB menunjukkan kenaikan polaritas molekul-molekul pengemulsi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Griffin&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;  mengajukan persamaan sebagai berikut untuk menghitung nilai HLB suatu bahan pengemulsi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;HLB  =  20 (1- S/A)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;dimana, S = angka penyabunan esternya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;                A = angka asam-asam lemaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Jika dua atau lebih pengemulsi harus dicampurkan (biasanya pencampuran memberikan efek yang lebih baik), nilai HLB kombinasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;% A = 100 (X - HLB&lt;sub&gt;B&lt;/sub&gt;)/(HLB&lt;sub&gt;A &lt;/sub&gt;- HLB&lt;sub&gt;B&lt;/sub&gt;) dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;% B = 100 -% (A)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 78pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;dimana X adalah HLB campuran dari pengemulsi A dan B yang dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Dibawah ini disajikan nilai HLB dari beberapa jenis bahan pengemulsi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 6pt 0in; text-align: center; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tabel 8.1  Daftar nilai HLB dari beberapa zat pengemulsi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 12.5pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(243, 243, 243) none repeat scroll 0% 50%; width: 49.6pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(243, 243, 243) none repeat scroll 0% 50%; width: 276.45pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Nama zat pengemulsi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(243, 243, 243) none repeat scroll 0% 50%; width: 85.8pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Nilai HLB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;1. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sodium stearoyl-2-lactylate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;21,1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Potasium Oleate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;20,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sodium Oleate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;18,1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Polyoxyethylene 20 sorbitan   monooleate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;15,8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Polyoxyethylene 20 sorbitan   monoolearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;14,9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Polyoxyethylene 5 sorbitan   monoolearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;10,9&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Gum acasia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;11,9&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Gum Tragacant&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;11,9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;9.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Methyl cellulose&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;10,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;10.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Polyoxyethylene sorbitan   tristearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;10,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;11.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Gelatin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;9,8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Tetraglycrol monostearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;9,1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;13. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Diacetyl tartaric acid ester of   monoglycerida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;9,2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;14.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sorbitan monolaurate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;8,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sorbitan monosolmitate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;6,6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;16.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sorbitan Monoolearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;5,7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;17&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Succinic acid ester of   monoglyceriates&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;5,3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;18.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Diglycerol monostearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;5,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Propylane glycol monolaurate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;4,6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;20.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Glycerol-lactic-palmitate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3,7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;21.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Gycerol monostearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3,7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;22.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Propylene glycol monostearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3,4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;23.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Mono dan diglyserides&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;2,8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;24&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sorbitan tristearate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;2,1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 276.45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="369"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Oleic acid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 85.8pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="114"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;1,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 6pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sumber : Poerie and Tung (1976) di dalam Tien R.Muchtadi (1990)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Berikut ini adalah contoh-contoh emulsifier yang umum digunakan dalam bahan pangan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Mono dan Diglycerides&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;dikenal juga dengan istilah&lt;span style=""&gt; discrete substances. &lt;/span&gt; Pertama kali dibuat oleh Berthelot pada tahun 1853 melalui reaksi esterifikasi asam lemak dan glycerol.  Mono dan diglycerides merupakan zat pengemulsi yang umum digunakan.  Komponen-komponen ini dapat diperoleh dengan memanaskan triglyceride dan glycerol dengan suatu  katalis yang bersifat basa.  Reaksi ini akan menghasilkan campuran yang terdiri dari &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Symbol;" &gt;±&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; 45% monogliserida dan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Symbol;" &gt;±&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; 45 % digliserida, serta &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Symbol;" &gt;±&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; 10% trigliserida bersama-sama dengan sejumlah kecil gliserol dan asam-asam lemak bebas.  Mono dan digliserida yang terbentuk kemudian dipisahkan dengan cara destilasi molekuler.  Yang tergolong mono dan diglycerides diantaranya adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;* Glycerol monolaurate, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;dibuat dari reaksi glycerol dan asam laurat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 28.35pt; text-align: justify; text-indent: -11.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;* Ethoxylated mono dan diglycerides (EMG), &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;juga disebut dengan polyoxyethylene (20) mono dan diglycerides&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;* Diacetyl tartaric acid ester of monoglycerides (DATEM)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 4pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;      * Lactic acid ester of monoglycerides&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;misalnya glyceril lactylpalmitate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;* Succinylated monoglycerides&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 22.4pt; text-align: justify; text-indent: -22.4pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Stearoyl Lactylates&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;, merupakan hasil reaksi dari steric acid dan lactic acid, selanjutnya diubah ke dalam bentuk garam kalsium dan sodium.  Bahan pengemulsi ini sering digunakan dalam produk-produk bakery&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 4pt 12pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Propylene Glycol Ester, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;merupakan hasil reaksi dari propylene glycol dan asam-asam lemak.  Umumnya digunakan di dalam pembuatan kue, rati dan whipped topping.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Sorbitan Esters.  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Asam sorbitan terbentuk dari reaksi antara sorbitan dengan asam lemak.  Sorbitan adalah produk dihidrasi dari gula alkohol yang dapat diperoleh secara alami yaitu sorbitol.  Sampai saat ini hanya sorbitan monostearat, satu-satunya ester sorbitan yang diizinkan digunakan dalam pangan dan umumnya digunakan dalam pembuatan kue, &lt;i&gt;whipped topping&lt;/i&gt;, cake icing, coffe whiteners dan pelapis pelindung buah dan sayuran segar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Polysorbates.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;  Ester polioksietilen sorbitan umumnya disebut polisorbat.  Ester ini dibuat dari reaksi antara ester-ester sorbitan dengan ethylene oxide.  Tiga jenis polisorbat yang diijinkan untuk digunakan dalam pangan adalah polisorbat 60, Polisorbat 65, polisorbat 80.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 4pt 12pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Polyglycerol Ester, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;dibuat dari reaksi antara asam-asam lemak dan glycerol yang sudah mengalami polimerisasi.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Tingkat polimerisasinya antara 2-10 molekul.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Ester-ester poliglycerol digunakan dalamp pangan yang diaerasi mengandung lemak, beverage, icing, dan margarine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" lang="PT-BR" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Ester-ester sukrosa,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;  adalah mono, di dan triester sukrosa dengan asam-asam lemak. Ester ini dihasilkan dari reaksi sukrosa dan lemak sapi.  Penggunaanya dalam pangan umumnya pada pembuatan roti, produk tiruan olaha susu, &lt;i&gt;whipped milk product&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 12pt 4pt 0.0001pt 17pt; text-align: justify; text-indent: -17pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 51, 0);font-size:7;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;Lecitin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);" lang="PT-BR"&gt;,  adalah campuran fosfatida dan senyawa-senyawa lemak yang terdiri dari fosfatidil kolin, fosfatidil etanolamin, fosfatidil inositol.dan komponen-komponen lainnya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Lesitin merupakan bahan penyusun alami pada hewan maupun tanaman.  Lecitin paling banyak diperoleh dari kedele dan kuning telur.  Biasanya digunakan untuk emulsifier pada margarine, roti, kue dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 4pt 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-5848171563792919362?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/5848171563792919362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=5848171563792919362&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/5848171563792919362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/5848171563792919362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2008/01/bahan-tambahan-makanan.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-1836741626347679546</id><published>2008-01-10T12:17:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T02:57:32.536+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Kaum Luth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu adzab Allah paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran adalah  tentang pemusnahan kaum Nabi Luth. Mereka diadzab Allah karena melakukan praktek  homoseksual. Menurut kitab Perjanjian Lama, kaum Nabi Luth ini tinggal di sebuah  kota bernama Sodom. Sehingga karena itu praktek homoseksual saat ini kerap  disebut juga sodomi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penelitian arkeologis mendapatkan keterangan, kota Sodom semula berada di  tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara perbatasan  Israel-Yordania. Dengan sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota  tersebut Allah runtuhkan, lalu jungkir-balik masuk ke dalam Laut Mati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Layaknya orang jungkir-balik atau terguling, kerap bagian kepala jatuh  duluan, lalu diikuti badan dan kaki. Begitu pula kota Sodom, saat runtuh dan  terjungkal, bagian atas kota itu duluan yang terjun ke dalam laut, sebagaimana  Allah kisahkan dalam Al-Quran: Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan  negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami  hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. (Surat  Huud ayat 82). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil penelitian ilmiah kontemporer menjelaskan, bencana itu dapat terjadi  karena daerah Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota Sodom dan Gomorah,  merupakan daerah patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang  bergerak berlawanan arah. Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang  ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba  dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir di Afrika. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biasanya, bila dua lempengan kerak bumi ini bergeser di daerah patahan maka  akan menimbulkan gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan tsunami (gelombang laut  yang sangat besar) yang menyapu kawasan pesisir pantai. Juga biasa diikuti  dengan letusan lava/lahar panas dari perut bumi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal seperti itu pula yang terjadi pada kota Sodom, sebagaimana diungkap  peneliti Jerman, Werner Keller, “Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat  lebar ini, yang persis melewatai daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan  Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman (Laut Mati). Kehancuran mereka  terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan  letusan petir, keluarnya gas alam serta lautan api. Pergeseran patahan  membangkitkan tenaga vulkanik (berupa gempa) yang telah lama tertidur sepanjang  patahan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan keterangan ilmiah tersebut dapat direkonstruksi kembali bagaimana  adzab Allah itu menimpa ummat Nabi Luth yang ingkar kepada-Nya. Bencana itu  didahului dengan sebuah gempa yang menyebabkan tanah menjadi merekah. Dari  rekahan itu muncul semburan lahar panas yang menghujani penduduk kota Sodom. Di  bawah pesisir Laut Mati juga terdapat sejumlah besar timbunan kantung-kantung  gas metana mudah terbakar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemungkinan besar, letusan lava serta semburan gas metana itulah yang Allah  maksudkan dalam Al-Quran dengan hujan batu dari tanah yang terbakar. Bencana itu  diakhiri dengan terjunnya kota Sodom bersama penduduknya ke dalam Laut Mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Serangkaian percobaan ilmiah di Universitas Cambridge membenarkan teori ini.  Para ilmuwan membangun tiruan tempat berdiamnya kaum Luth di laboratorium, lalu  mengguncangnya dengan gempa buatan. Sesuai perkiraan, dataran ini terbenam dan  miniatur rumah tergelincir masuk lalu terbenam di dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah ini mengungkap satu kenyataan  penting, bahwa kaum Luth yang disebutkan Al-Quran memang pernah hidup di masa  lalu, kemudian mereka punah diazab Allah akibat kebejatan moral mereka. Semua  bukti terjadinya bencana itu kini telah terungkap dan sesuai benar dengan  pemaparan Al Qur’an&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-1836741626347679546?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/1836741626347679546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=1836741626347679546&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/1836741626347679546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/1836741626347679546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2008/01/kaum-luth.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-2497244586944529816</id><published>2008-01-10T11:58:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T02:58:06.335+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anda tahu Alzheimer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Melalui sinetron Wulan, salah satu tayangan televisi yang cukup dikenal masyarakat saat ini, istilah Alzheimer menjadi lebih dikenal masyarakat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dahulu, istilah ini masih terdengar asing dan aneh di telinga pendengarnya. Meskipun sesungguhnya tanpa disadari, Alzheimer sudah menjamur di tengah-tengah masyarakat dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat mengenal Alzheimer dengan istilah yang berbeda, yaitu kepikunan. Namun seringkali kepikunan pada orang lanjut usia dianggap wajar, padahal seharusnya penyakit ini segera ditangani oleh para ahlinya (dokter, psikater, dan psikolog).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alzheimer banyak dialami oleh orang lanjut usia, terutama usia 65 tahun ke atas. Namun mungkinkah dialami oleh orang muda? Penyakit Alzheimer tidak jarang juga disalah artikan dan disamakan dengan penyakit ingatan lainnya. Bagaimanakah membedakan penyakit Alzheimer dengan penyakit ingatan lainnya? Kepikunan pada taraf tertentu sebenarnya adalah penyakit Alzheimer. Pada taraf yang bagimanakah kepikunan bisa dianggap sebagai Alzheimer? Untuk dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, maka dibawah ini akan diuraikan penjelasan mengenai: apa dan bagaimana mengenali Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Alzheimer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Whitbourne (2003), Alzheimer dikenal sebagai salah satu penyakit yang paling sering ditemui sebagai penyebab demensia. Demensia adalah suatu penyakit penurunan fungsi kognitif/gangguan intelektual/daya ingat yang umumnya semakin lama semakin memburuk (progresif) dan tidak dapat diubah (irreversible). Demensia menyebabkan penderitanya kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari dan berhubungan sosial. Demensia yang disebabkan oleh Alzheimer, berarti demesia yang disertai oleh perubahan patologis di otak penderitanya. Waktu penyebaran penyakit Alzheimer pada seseorang bervariasi mulai dari 5 hingga 20 tahun, dan kematian yang terjadi seringkali disebabkan karena infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor resiko utama seseorang mengidap Alzheimer adalah usia, yaitu semakin tua usia seseorang (khususnya setelah usia 65 tahun) maka semakin rentan orang tersebut mengidap Alzheimer. Menurut National Alzheimer's Association (2003), penyakit Alzheimer menyerang hingga 10 % dari orang berusia 65 tahun atau lebih, dan secara berangsur proporsi ini berlipat ganda setiap 10 tahun setelah usia 65 tahun. Dan sebanyak separuh dari populasi yang berusia 85 tahun atau lebih dapat dipastikan mengidap Alzheimer. Sementara, pada orang yang memiliki faktor genetik turunan / bawaan dari orang tua, penyakit ini akan menyerang di bawah usia 65 tahun. Namun, kasus seperti ini cukup jarang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Alzheimer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan National Alzheimer's Association (2003), gejala Alzheimer dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Lebih sering bingung dan melupakan informasi yang baru dipelajari&lt;br /&gt;   * Disorientasi: tersesat di daerah sekitar yang dikenalnya dengan baik&lt;br /&gt;   * Bermasalah dalam melaksanakan tugas rutin&lt;br /&gt;   * Mengalami perubahan dalam kepribadian dan penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala menengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kesulitan dalam mengerjakan aktivitas hidup sehari-hari, seperti makan dan mandi&lt;br /&gt;   * Cemas, curiga, dan agitasi&lt;br /&gt;   * Mengalami gangguan tidur&lt;br /&gt;   * Keluyuran&lt;br /&gt;   * Kesulitan mengenali keluarga dan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama yang akan sulit untuk dikenali adalah orang-orang yang paling jarang ditemuinya, mulai dari nama, hingga tidak mengenali wajah sama sekali. Kemudian bertahap kepada orang-orang yang cukup jarang ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala akut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sulit / kehilangan kemampuan berbicara&lt;br /&gt;   * Kehilangan nafsu makan, menurunnya berat badan&lt;br /&gt;   * Tidak mampu mengontrol buang air kecil dan buang air besar&lt;br /&gt;   * Sangat tergantung pada caregiver/pengasuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alzheimer's Disease and Related Disorders Association (2001), juga membuat 10 gejala penyakit Alzheimer Demensia yang sering muncul, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hilang ingatan. Salah satu gejala awal dari demensia adalah melupakan informasi yang baru dipelajari. Pada orang normal, wajar bila melupakan janji, nama atau nomor telepon. Pada mereka yang mengidap demensia, mereka akan melupakan berbagai hal seperti itu lebih sering dan kemudian tidak ingat akan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sulit untuk mengerjakan tugas yang familiar. Orang yang terkena demensia seringkali kesulitan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari yang sangat mereka ketahui yang tidak perlu berpikir untuk melakukannya. Orang yang terkena demensia tidak akan mengetahui langkah-langkah untuk menyiapkan makanan, menggunakan perabot rumah tangga atau berpartisipasi dalam melakukan kegemarannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermasalah dengan bahasa. Sesekali, setiap orang dapat memiliki masalah dalam menemukan kata yang tepat, namun pada orang yang mengidap Alzheimer, mereka seringkali lupa akan kata-kata sederhatana ataupun substitusi dari kata yang tidak biasa digunakan, membuat ucapan atau tulisannya sulit untuk dimengerti. Contohnya: jika orang yang mengidap Alzheimer kesulitan untuk menemukan sikat giginya, maka ia akan bertanya "sesuatu untuk mulut saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disorientasi waktu dan tempat. Normal jika lupa hari dari minggu itu atau dimana kamu pergi. Tapi orang yang mengidap Alzheimer dapat tersesat di jalan dekat rumahnya sendiri, lupa dimana dia berada dan bagaimana ia dapat sampai ke tempat tersebut, dan tidak tahu bagaimana caranya dia bisa kembali ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lemah atau kurang baik dalam mengambil keputusan. Tidak ada seorang pun yang memiliki keputusan sempurna di sepanjang waktu. Namun demikian, pada orang yang mengidap Alzheimer, mereka mengenakan baju tanpa mempertimbangkan cuaca, memakai beberapa kaos di hari yang panas atau memakai pakaian yang sangat minim ketika cuaca dingin. Orang dengan demensia seringkali menunjukkan keputusan yang lemah / kurang baik mengenai uang, mereka memberikan sejumlah besar uang kepada para telemarket atau membayar perbaikan rumah ataupun membeli barang yang tidak mereka butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bermasalah dengan pemikiran abstrak. Menyeimbangkan buku cek mungkin menjadi begitu sulit ketika tugas tersebut lebih rumit dari biasanya. Namun demikian, pada orang yang mengidap Alzheimer, mereka akan benar-benar lupa berapa jumlah/angkanya, dan apa yang harus mereka lakukan terhadap angka-angka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Salah menempatkan segala sesuatu. Setiap orang dapat secara tidak disengaja salah menempatkan/menaruh dompet atau kunci. Orang yang mengidap Alzheimer akan meletakkan segala sesuatu pada tempat yang tidak sewajarnya, contoh: meletakkan gosokan di dalam freezer atau meletakkan jam tangan di dalam mangkuk gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perubahan mood atau tingkah laku. Setiap orang dapat menjadi sedih atau moody dari waktu ke waktu. Seorang yang mengidap Alzheimer menampilkan mood yang tidak tentu/berubah-ubah dari tenang menjadi ketakutan kemudian menjadi marah tanpa ada alasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Perubahan kepribadian. Kepribadian seseorang wajar mengalami perubahan seiring dengan usia. Namun seorang yang mengidap Alzheimer dapat sangat berubah , menjadi benar-benar kacau, penuh kecurigaan, ketakutan atau menjadi bergantung pada anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kehilangan inisiatif. Lelah akibat pekerjaan rumah, aktivitas bisnis, atau kewajiban sosial sesekali waktu adalah wajar. Namun demikian, orang yang mengidap Alzheimer dapat menjadi pasif, duduk di depan televisi selama berjam-jam, tidur lebih dari biasanya atau tidak ingin melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang mengidap beberapa dari gejala di atas, maka sebaiknya ia segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganalisa dan bersikap kritis dalam mengenali Alzheimer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alzheimer dapat disebabkan karena faktor genetik dan faktor non genetik. Pada orang yang terkena Alzheimer karena faktor genetik (bawaan orang tua), mereka mengidap Alzheimer di bawah usia 65 tahun atau usia muda. Namun pada orang yang terkena Alzheimer akibat faktor non genetik, terutama yang paling banyak berpengaruh adalah faktor usia, maka semakin tua usia seseorang (khususnya di atas 65 tahun) akan semakin rentan orang tersebut mengidap Alzheimer. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, kasus penderita Alzheimer di bawah usia 65 tahun karena faktor genetik (bawaan orang tua) sangat jarang ditemukan, sementara yang seringkali / banyak ditemukan adalah kasus penderita Alzheimer di atas usia 65 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Alzheimer dan penyakit ingatan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat membedakan Alzheimer dengan penyakit lainnya, Anda harus terlebih dahulu menguasai definisi Alzheimer dan gejalanya (yang telah diuraikan di atas) baru kemudian melakukan perbandingan dengan kasus penyakit terjadi. Apabila penyakit tersebut benar-benar sesuai dengan definisi dan gejala Alzheimer, bukan hanya sekedar mirip atau serupa, maka penyakit tersebut dapat dipastikan adalah penyakit Alzheimer. Di bawah ini akan diberikan contoh bagan untuk melakukan perbandingan antara kriteria Alzheimer dengan kasus yang dialami Wulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menilai suatu penyakit termasuk kategori penyakit A, maka seluruh gejala penyakit A harus terpenuhi pada penyakit tersebut. Jika hanya sekedar mirip atau ada sedikit kesamaan maka belum dapat dikatakan bahwa penyakit tersebut adalah benar penyakit A. Melainkan harus ditelusuri lebih jauh termasuk dalam kategori penyakit yang manakah penyakit tersebut. Dari paparan bagan di atas, Anda dapat menilai sejauh mana kesamaan gejala penyakit yang Wulan alami dengan gejala-gejala Alzheimer. Apakah dengan gejala-gejala yang dialami oleh Wulan, Wulan sudah dapat dikatakan menderita Alzheimer ataukah tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik gejala-gejala Alzheimer maupun gejala-gejala dari penyakit yang dialami Wulan, keduanya sama-sama merupakan penyakit lupa. Namun penyakit lupa pun memiliki berbagai kategori, ada yang bisa dikategorikan sebagai Alzheimer dan ada yang dikategorikan sebagai penyakit lupa lainnya, seperti amnesia dan delirium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyakit Alzheimer, lupa yang terjadi benar-benar berhubungan dengan kerusakan pada sistem syaraf otak. Sementara pada amnesia dan delirium, yang terjadi adalah lebih disebabkan karena faktor psikologis, seperti kognitif fisik, ketakutan / kecemasan yang berlebihan. Namun yang perlu digaris bawahi adalah: baik kognitif fisik, ketakutan/kecemasan yang berlebihan tidak selalu menyebabkan amnesia. Sebagai contoh, pada film "meteor garden II, Tao ming se" mengalami amnesia karena kognitif fisik akibat kecelakaan mobil, kognitif fisik adalah merupakan faktor psikologis. Namun secara medis, Tao ming se tidak mengalami kerusakan pada syaraf otak atau fungsi tubuh/fisik lainnya yang dapat menyebabkannya lupa ingatan. Contoh ini menggambarkan bagaimana amnesia disebabkan karena faktor psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata, mungkin Alzheimer dan Amnesia nampak sama, namun jika diperhatikan dengan detail maka gejalanya akan nampak berbeda. Yang membedakan secara jelas, adalah: pada Alzheimer, kemunduran fungsi kognitif / ingatan berlangsung perlahan-lahan / secara bertahap namun bersifat progresif / semakin memburuk, dan hingga saat ini belum dapat disembuhkan; sementara pada amnesia, ingatan yang ada dapat hilang dalam waktu singkat dan sangat drastis, melupakan masa lalu / masa sebelum dia mengalami kecelakaan (tidak bertahap), masih dapat disembuhkan. Di samping amnesia, ada juga penyakit lupa yang disebut delirium, pada delirium, gangguan ingatan muncul karena faktor psikologis juga, seperti kecemasan/ketakutan yang berlebihan (biasanya berhubungan dengan pemakaian obat-obatan/zat terlarang), dan dapat juga disebabkan karena kognitif, namun perbedaan yang benar-benar jelas dengan amnesia adalah delirium, pada delirium terjadi gangguan kesadaran dan perubahan kognisi (namun tidak sampai pada gangguan ingatan), terjadi dalam waktu singkat (biasanya dalam hitungan jam hingga hari) dan cenderung berfluktuasi (muncul dan hilang). Delirium dapat disembuhkan ( American Psychiatric Association, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah: kognitif, dan kecemasan/ketakutan tidak selalu menyebabkan Amnesia ataupun delirium. Jadi jangan mudah juga men-cap suatu penyakit sebagai penyakit A atau B, tanpa memiliki dasar pemahaman yang kuat mengenai penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Alzheimer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan terhadap penderita Alzheimer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan terhadap penyakit Alzheimer dapat dilakukan melalui 2 pendekatan: pharmacological dan nonpharmacological. Berdasarkan pendekatan pharmacological, penanganan yang dilakukan terhadap Alzheimer dilakukan dengan menggunakan obat-obatan, satu-satunya obat yang dapat digunakan adalah obat-obat yang mengandung acetylcholinestrase (AchE) inhibitor seperti: tacrine, donepezil HCL, rivastigmine, dan galantamine. Pemakaian obat-obatan ini harus merujuk pada anjuran yang dikemukan oleh dokter / psikiater. Karena pemakaian obat-obatan ini ditentukan oleh dosis, dan waktu pemberian, serta memiliki efek samping. Pengobatan lain yang dapat digunakan namun masih dipertanyakan mengenai keefektifannya nya adalah ginkgo biloba, vitamin E, C, dan B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan nonpharmacological melakukan penanganan terhadap penyakit Alzheimer tanpa menggunakan obat-obatan, tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengatur/me-manage tingkah laku dan gejala kognitif pasien. Tujuan sekunder dari pendekatan ini adalah untuk mengurangi beban caregiver (pengasuh atau perawat, biasanya dari pihak keluarga pasien). Penanganan dengan menggunakan pendekatan nonpharmacological sangat bermanfaat ketika pengobatan tidak dapat dilakukan karena pasien tidak mampu mentoleransi efek samping pengobatan atau tidak menyetujui/mengikuti instruksi pengobatan, atau membantah pengobatan. Pendekatan nonpharmacological dilakukan dengan menggunakan terapi, seperti: terapi behavioral management techniques, the pleasant event schedule (PES), music therapy, strategi/ modifikasi lingkungan, animal assisted therapy, morning bright light therapy, ECT. Melalui pendekatan nonpharmacological ini, penderita Alzheimer menjadi lebih mengenal, dan lebih siap menghadapi penyakitnya, serta lebih dapat me-manage dirinya sendiri (Litchtenberg, dkk., 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan terhadap caregiver&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan penanganan terhadap penderita Alzheimer, yang paling berperan penting adalah caregiver dan keluarga. Caregiver dan keluarga akan sangat menentukan apakah penyakit penderita Alzheimer tersebut akan semakin memburuk dengan drastis ataukah memburuk namun dengan sangat lambat karena kemunduran akibat penyakit tersebut dapat diperlambat oleh caregiver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caregiver berperan dalam memotivasi penderita Alzheimer, pada caregiver yang mengalami stres dalam menangani penderita Alzheimer, maka kondisi penderita Alzheimer yang ditanganinya akan semakin memburuk dalam waktu yang cepat. Disini menunjukkan bahwa caregiver dan penderita Alzheimer dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Dengan tanggung jawab caregiver untuk mengasuh penderita Alzheimer, mulai dari makan, pengobatan, mandi, dsb. setiap hari, maka tidak heran jika caregiver mengalami stres bahkan tidak jarang juga sampai depresi. Oleh karena itu, caregiver sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk dari para ahli melalui pendekatan nonpharmacological, sehingga penderita Alzheimer caregiver dapat lebih siap menghadapi penderita Alzheimer, lebih memahami penderita Alzheimer dan siap merawatnya (Litchtenberg, dkk., 2003).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-2497244586944529816?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/2497244586944529816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=2497244586944529816&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2497244586944529816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2497244586944529816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2008/01/anda-tahu-alzheimer.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-2473256457172317249</id><published>2007-10-19T21:29:00.001+08:00</published><updated>2008-01-13T02:58:56.206+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Kata Mutiara&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Kuingat kata-kata mutiara yang menusuk dalam batin.&lt;br /&gt;"Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain"&lt;br /&gt;Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya.&lt;br /&gt;Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak yang dipikirkan.&lt;br /&gt;Semakin banyak yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Berarti semakin menumpuk pula resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.&lt;br /&gt;Meskipun duduk dalam mobil mewah dan cukup makanan.&lt;br /&gt;Apalagi ulahnya orang pemalas.&lt;br /&gt;Yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja.&lt;br /&gt;Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik.&lt;br /&gt;Sesuai dengan apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;Jangan lain di kata lain di perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama sekali.&lt;br /&gt;Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;i&gt;baik&lt;/i&gt;, belum tentu &lt;i&gt;benar&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;i&gt;benar&lt;/i&gt;, belum tentu &lt;i&gt;baik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;i&gt;bagus&lt;/i&gt;, belum tentu &lt;i&gt;berharga&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Sesuatu yang &lt;i&gt;berharga/berguna&lt;/i&gt;, belum tentu &lt;i&gt;bagus&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-2473256457172317249?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/2473256457172317249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=2473256457172317249&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2473256457172317249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2473256457172317249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2007/10/kata-mutiara.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-6155561534393433082</id><published>2007-10-19T21:18:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T02:59:33.516+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Film The Forsaken Promise Ungkap Kebohongan Inggris dan Cikal Bakal Negara Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film dokumenter berjudul &lt;b&gt;"The Forsaken Promise"&lt;/b&gt; produksi Hatikvah  Film Trust, sebuah organisasi Kristen yang berbasis di Inggris, mulai melakukan  pemutaran perdana film tersebut di bekas kamp tahanan milik Inggris di Atlit.  Sebuah tempat di kawasan laut Mediterania, sebelah selatan kota pantai Haifa  yang masuk dalam wilayah Israel.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Inggris memanfaatkan Atlit untuk  memenjarakan para imigran Yahudi 'ilegal' yang pindah dari kawasan Eropa era  tahun 1930-an dan 1940an. Pada saat itu, banyak warga Yahudi yang berharap akan  menemukan tempat berlindung yang aman di wilayah Palestina yang kemudian menjadi  mandat pemerintah Inggris itu. Tetapi ternyata para pengungsi Yahudi itu  mendapat perlawanan kuat, mereka yang ditangkap kemudian dibawa ke kamp-kamp  tahanan Inggris, terutama ke Cyprus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Forsaken Promise" sendiri  mengisahkan tentang pemerintah Inggris yang pada tahun 1917 berjanji akan  membantu warga Yahudi untuk membentuk tanah airnya sendiri. Tapi janji itu  diingkari oleh Inggris selama bertahun-tahun sampai akhirnya terbentuk negara  Israel pada 1948, setelah perang Arab-Israel dengan menduduki sebagian besar  wilayah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut produser dan sutradara film tersebut Hugh  Kitson, seorang warga Inggris beragama Kristen, tindakan pemerintah Inggris yang  ingkar janji itu memberi kontribusi besar bagi tewasnya ratusan ribu warga  Yahudi yang dikenal dengan tragedi Holocaust. Ia mengatakan, tujuan dari  pembuatan film dokumenter ini, untuk mendorong adanya 'penyesalan' dari Inggris  Raya terhadap fakta sejarah yang hanya diketahui oleh sedikit orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film  dokumenter yang terdiri dari tiga episode ini memadukan arsip-arsip film tentang  kamp-kamp konsentrasi pada masa perang dunia II dan wawancara-wawancara dengan  sejumlah saksi mata dan sejarawan Yahudi dan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film itu  dijelaskan, bagaimana Liga Dunia-cikal bakal PBB- setelah Perang Dunia I  memberikan mandat pada Inggris Raya untuk berkuasa di wilayah yang kini dikenal  dengan wilayah Palestina, Yordania, Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza.  Sebelumnya, selama ratusan tahun, wilayah-wilayah itu merupakan wilayah  kekuasaan dinasti Utsmani Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat tertanggal 2 November 1917,  Menlu Inggris Arthur James Balfour menulis surat pada pemimpin komunitas Yahudi  di Inggris, Lord Rothschild. Pada Rothschild, Balfour mengatakan keinginan  pemerintah Inggris untuk membangun tanah air bagi warga Yahudi di Palestina dan  akan menggunakan segala daya upayanya untuk memfasilitasi sampai tercapainya  tujuan ini. Pendek kata, dalam surat itu Inggris berjanji akan membantu warga  Yahudi untuk membentuk negaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat yang kemudian dikenal  sebagai Deklarasi Balfour ini menimbulkan kemarahan warga Arab Palestina dan  negara-negara Arab sekitarnya. Mereka berupaya keras agar janji pemerintah  Inggris itu tidak terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era tahun 1920-an, 30-an dan 40-an merupakan  periode kekisruhan di Arab dan pembunuhan atas warga Yahudi meluas di seluruh  Palestina namun dibiarkan oleh otoritas pemerintahan Inggris. Salah seorang  tokoh yang dianggap penghasut munculnya peristiwa yang dikenal sebagai kerusuhan  Paskah pada era 1920-an adalah Amin Al-Husseini. Tokoh ini diduga dekat dengan  Adolph Hitler dan masih kerabat dari mantan pemimpin PLO Yasir Arafat. Oleh  otoritas pemerintah Inggris saat itu, Al-Husseini ditunjuk sebagai Mufti di  Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik perubahan terjadi setelah Inggris di bawah pemerintahan  Neville Chamberlain, mengeluarkan kebijakan yang dikenal sebagai White Paper  pada 1939. Kebijakan ini mementahkan janji Inggris yang akan membagi wilayah  Palestina untuk tanah air warga Yahudi dan membatasi jumlah warga Yahudi yang  diizinkan untuk berimigrasi ke wilayah yang menjadi mandat pemerintahan Inggris  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;Bukan untuk Serang Islam&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah cendikiawan Yahudi dan mantan pilot angkatan udara Inggris yang  diwawancarai dalam film itu pada Cybernews mengungkapkan, pesan yang ingin  disampaikan oleh film ini sangat kuat dan relevan dengan situasi yang terjadi  saat ini terkait dengan konflik Palestina-Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Hugh Kitson  bahkan mengatakan, "Saya yakin bangsa-bangsa lain dan khususnya Uni Eropa serta  AS bisa belajar dari apa yang telah diperbuat Inggris."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu,  pengajar Injil, David Noakes yang ikut terlibat dalam pembuatan film ini  berharap film dokumenter ini bisa diputar di televisi-televisi Inggris meski ia  mengakui akan muncul penentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Film ini sama sekali tidak anti Islam.  Kami berusaha untuk tidak menyinggung Islam. Yang kami usahakan adalah ingin  menyinggung pemerintah Inggris, meski saya pikir televisi-televisi di Inggris  mungkin akan sulit untuk menayangkan film ini," kata Noakes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu  semua, fakta-fakta yang di film The Forsaken Promise ini kemungkinan akan  membangkitkan kembali isu siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab atas  penderitaan bangsa Yahudi di masa lalu. Kita tentu masih ingat kritik pedas  Presiden Iran beberapa waktu lalu yang mengatakan, bahwa Eropalah yang harus  bertanggung jawab memberikan sebagian wilayahnya pada bangsa Yahudi, bukan malah  membebankannya pada bangsa Palestina.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-6155561534393433082?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/6155561534393433082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=6155561534393433082&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/6155561534393433082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/6155561534393433082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2007/10/film-forsaken-promise-ungkap-kebohongan.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-8648521884451702032</id><published>2007-10-19T21:10:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T03:00:08.781+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Kuil Sulaiman, Alasan Penghancuran Masjidil Aqsha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia selalu mencari masa depan cerah yang dapat memperbaiki kondisi  kehidupannya. Akan tetapi ketidakadilan dan kekacauan yang ada dalam kehidupan  dunia sering menjadi kendala bagi terwujudnya prospek yang diimpikan. Perang,  pendudukan, penjajahan dan kejahatan merupakan contoh kendala besar yang  menghalangi manusia untuk dapat mewujudkan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lebih  dari setengah abad lalu, khususnya dalam tempo empat tahun terakhir, sejak  meletusnya intifada Masjidul Aqsha, orang-orang Zionis membantai rakyat  Palestina, menghancurkan rumah dan ladang mereka serta merampas tanah miliki  mereka. Lebih menyakitkan lagi, media massa Barat dengan sekuat tenaga menutupi  kejahatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Zionis yang dalam hal ini diwakili oleh rezim  zionis Israel tidak hanya melakukan kesewernang-wenangan terhadap rakyat  Palestina saja, tetapi juga terhadap sejarah dan tempat-tempat suci mereka.  Masjidul Aqsha merupakan salah satu contoh yang paling nyata dalam hal ini.  Masjid yang amat diagungkan oleh umat Islam ini kini berada di dalam cengkeraman  kaum Zionis yang sewaktu-waktu siap untuk menghancurkannya. Masjidul Aqsha  adalah simbol ketertindasan dan resistensi bangsa Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Beitul  Maqdis atau Jerussalem, tempat Masjidul Aqsha berada, adalah kota yang amat  dihormati oleh penganut tiga agama sawami, Islam, Kristen dan Yahudi. Bagi umat  Islam, Masjidul Aqsha adalah kiblat pertama dan tempat Nabi Muhammad SAW  melakukan perjalanan mikraj ke langit. Di sini pulalah, sejumlah nabi  dimakamkan. Al-Qur’an Al-Karim dalam ayat pertama surah Al-Isra menyatakan bahwa  Allah telah memberkati sekitar masjid ini. Mikraj Nabi atau perjalanan beliau ke  langit yang dimulai dari masjid ini merupakan peristiwa yang paling bersejarah  bagi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya selang beberapa tahun setelah wafatnya Nabi SAW,  umat Islam berhasil merebut kota Beitul Maqdis dari tangan imperium Rumawi tanpa  melalui pertumpahan darah. Kini, dengan jatuhnya kota ini ke tangan kaum Zionis,  Masjidul Aqsha yang amat dihormati oleh umat Islam, berada dalam ancaman. Sebab,  tak tertutupkemungkina, orang-orang Zionis akan menghancurkan masjid ini dengan  alasan bahwa masjidul Aqsha dibangun di atas lokasi bekas Kuil Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah bani Israil yang dibangun  tahun 960 sebelum masehi oleh Nabi Sulaiman as. Akan tetapi 370 tahun setelah  itu, tempat ibadah ini dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang melakukan ekspansi  ke sana. Menyusul kekalahan bangsa Babilonia dari tentara Persia yang dipimpin  oleh Cyrus, Kuil Sulaiman kembali dibangun. Tahun 70 Masehi tentara Rumawi  menyerang kota Jerussalem dan meratakan tempat ibadah umat yahudi tersebut  dengan tanah. Tentara Rumawi tidak menyisakan bekas apapun dari tempat ibadah  yang amat diagungkan oleh bani Israil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar saatu abad yang lalu,  ketika faham zionisme mulai muncul, para pendukung zionisme mengklaim bahwa  masjidul Aqsha dibangun di atas lokasi Kuil Sulaiman. Setelah terbentuknya rezim  Zionis Israel di negeri Palestina tahun 1948 yang disusul dengan pendudukan atas  kota Beitul Maqdis tahun 1967, kaum Zionis semakin gencar melakuan upaya  pengerusakan Masjidul Aqsha untuk mendirikan Kuil Sulaiman di lokasi  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kepercayaan kaum Zionis, lokasi Masjidul Aqsha adalah pusat  dari negeri Palestina. Untuk itu, dengan menghancurkan masjid ini dan mendirikan  Kuil Sulaiman di atas lokasi itu, akan tercipta imipian kaum Zionis. Tak  diragukan bahwa agama Yahudi telah mengalami perubahan dan pendistorsian  sepanjang sejarah. Dan sekarang, agama yang telah disimpangkan ini dimanfaatkan  oleh kaum Zionis untuk mengejar tujuan dan kepentingan mereka. Masalah  pembentukan sebuah pemerintahan Yahudi dan kepulangan umat Yahudi ke negeri  Palestina yang dijanjikan, merupakan salah satu contoh nyata dalam masalah ini.  Padahal tidak sedikit pengikut agama Yahudi dan rabi mereka yang menentang  berdirinya rezim Zionis di negeri Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut soal pembangunan  Kuil Sulaiman, ada friski tajam antara para pengikut agama Yahudi dengan kaum  Zionis ekstrem. Umat Yahudi umumnya meyakini bahwa Kuil Sulaiman akan dibangun  kembali oleh Messiah yang kelak akan datang untuk memenuhi bumi dengan keadilan.  Sementara kaum Zionis bersikeras untuk mendirikan Kuil ini sebelum kedatangan  Messiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Kuil Sulaiman, banyak ahli sejarah yang meyakini bahwa  lokasi rumah ibadah umat Yahudi ini berada di luar komplek Masjidul Aqsha.  Karenanya, jika orang-orang Zionis bersikeras mendirikan kuil sUlaiman,  semestinya mereka mendirikannya di lokasinya. Akan tetapi, kelompok ekstrem  Zionis tetap menunjuk lokasi Masjidul sebagai lokasi Kuil Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  menduduki Beitul Maqdis tahun 1967, orang-orang Zionis telah berkali-kali  melakukan upaya penghancuran Masjidul Aqsha, yang salah satunya adalah  pembakaran masjid ini tahun 1969. Untuk mencegah kemarahan umat Islam sedunia  dan kutukan masyarakat internasional, rezim Zionis mengesankan bahwa aksi  pembakaran dilakukan oleh seorang Yahudi ekstrem. Orang yang dituduh sebagai  pelaku pembakaran itu dibebaskan setelah melalui proses persidangan yang  direkayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, rezim Zionis Israel sering  mengungkapkan adanya kelompok-kelompok yahudi ekstrem yang berusaha  menghancurkan masjidul Aqsha. Mereka berulang kali menyerang masjid ini. Secara  terorganisir, mereka juga melakukan penggalian di bawah lokasi masjid dengan  alasan untuk melakukan riset arkeologi dan mencari sisa-sisa peninggalan Kuil  Sulaiman. Pernah juga mereka mengalirkan air di sepanjang galian di bawah masjid  untuk menggoyahkan pondasinya. Akibatnya, dinding-dinding Masjidul Aqsha retak  dan menurut para pengamat, dengan gempa yang relatif kecilpun kemungkinan masjid  yang memiliki nilai kesucian dan sejarah yang tinggi ini akan roboh.  Pengerusakan dengan cara ini diharapkan dapat meredam kemarahan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri bahwa rezim Israel mendukung dan menyujui aksi  pengerusakan masjidul Aqsha oleh orang-orang Zionis ekstrem. Akan tetapi, untuk  mengelabuhi opini umum dunia, khususnya umat Islam, rezim Tel Aviv menyatakan  menentang tindakan ekstrem tersebut. Beberapa bulan lalu, Menteri Keamanan dalam  negeri Israel, menyatakan bahwa sekelompok orang Yahudi ekstrem berniat  menghancurkan masjidul Aqsha menggunakan pesawat tanpa awak atau melalui sebuah  operasi bunuh diri. Operasi itu akan dilakukan ketika jemaah shalat memenuhi  masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pernyataan ini, rezim Tel Aviv berusaha  mengesankan bahwa segala bentuk aksi pengerusakan masjidul Aqsha tidak ada  kaitannya dengan pemerintah Israel, sebab dilakukan oleh orang-orang ekstrem.  Padahal, selama ini rezim Zionis telah melakukan berbagai tindakan yang bis  dikategorikan sebagai upaya penghancuran masjidul Aqsha, diantaranya adalah  pelarangan warga Palestina untuk memasuki masjid itu, Judaisasi kota Beitul  Maqdis, pengusiran umat Islam dari kota ini, pembanguan dinding pemisah di kota  ini dan pelarangan untuk merenovasi Masjidul Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melegalisasi  tindakan perusakan masjidul Aqsha, kelompok-kelompok Yahudi ekstrem meminta  surat izin dari pengadilan Israel. Padahal, ketidak legalan rezim ini sudah  dapat menjadi bukti akan ketidakabsahan segala bentuk keputusan pengadilannya.  Mahkamah tinggi rezim Zionis yang selama ini berusaha mengesankan kenetralan  dalam masalah agama, telah mengeluarkan keputusan yang secara tidak langsung  mendukung penghancuran Masjidul Aqsha sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1983,  mahkamah Tinggi Israel mengeluarkan keputusan yang mengijinkan umat Yahudi  menjalankan ibadah di pintu Babul Magharibah yang berada di luar komplek  Masjidul Aqsha. Tahun 1999, Mahkamah ini mengeluarkan keputusan baru yang  mengizinkan warga Yahudi beribadah di halaman Masjidul Aqsha. Pada tahun 2001,  Mahkamah Israel mengijinkan umat Yahudi untuk meletakkan batu pondasi untuk  pembangunan Kuil Sulaiman di Babul Magharibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keputusan ini  berarti mahkamah Tinggi Israel mengizinkan kelompok Yahudi ekstrem untuk  memisahkan sebagian besar lokasi dari Masjidul Aqsha untuk keperluan pembangunan  Kuil Sulaiman. Saat ini, kaum Zionis sedang membangun sebuah rumah ibadah  bersebelahan dengan tembok Buraq atau Nudbah di Masjidul Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  waktu lalu, Presiden rezim Zionis Israel, Moshe Katsav, mengirimkan surat kepada  Perdana Menteri Vatikan yang isinya meminta Vatikan untuk menyerahkan harta  peninggalan bekas Kuil Sulaiman yang berada di tangan Paus kepada Israel. Sebab  menurut keyakinan kaum Zionis, kekayaan yang ada di dalam Kuil Sulaiman itu pada  tahun 70 Masehi diboyong oleh tentara Rumawi ke Vatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu langkah  lagi yang dilakukan oleh kelompok ekstrem Yahudi untuk menghancurkan Masjidul  Aqsha adalah mencari sapi yang berbulu merah. Menurut kepercayaan mereka,  sebelum membangun Kuil Sulaiman, terlebih dahulu mereka harus menyembelih dan  membakar sapi berusia 3 tahun yang berbulu merah dan belum pernah melahirkan  anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1997, anak sapi dengan ciri-ciri seperti ini lahir melalui  proses perbaikan genetik. Hanya saja mereka menghadapi masalah. Sebab, menurut  kepercayaan khufarat ini, sapi itu harus disembelih di kaki gunung zaitun yang  saat ini berada dalam kekuasaan pemerintah otonomi Palestina. Karenanya, dalam  beberapa tahun terakhir, rezim Zionis berusaha untuk mengosongkan kawasan ini  dari orang-orang non Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menarik dalam proses  penghancuran Masjidul Aqsha adalah kerjasama yang dilakukan orang-orang kristen  zionis dengan kaum yahudi Zionis. Kristen Zionis adalah kelompok pengikut agam  kristen yang memiliki kepercayaan dan pemikiran yang mirip dengan orang-orang  Zionis. Mereka juga meyakini bahwa di akhir zaman, Yesus akan kembali di dunia.  Untuk menyongsong kedatangan Yesus, Masjidul Aqsha harus dihancurkan dan Kuil  Sulaiman harus dibangun di lokasi itu. Kesamaan pandangan inilah yang mendorong  dua kelompok dari dua agama berbeda ini saling bekerjasama untuk menghancurkan  Masjidul Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi perusakan Masjidul Aqsha itu terus berjalan, dan  kini, tindakan perusakan yang dilakukan secara langsung oleh kelompok-kelompok  Zionis esktrem telah sampai di tahap yang sangat berbahaya. Meski penggalian  terowongan di lokasi ini terus berjalan, namun sampai saat ini, kaum Zionis  masih belum memperoleh satupun bukti yang menunjukkan bahwa masjid ini dibangun  di atas lokasi Kuil Sulaiman, seperti yang mereka klaim selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pun klaim mereka benar dan Masjidul Aqsha dibangun di atas  lokasi bekas Kuil Sulaiman, tentunya tidak logis jika hal ini dijadikan alasan  untuk menghancurkan bangunan rumah ibadah umat lain yang masih tegak berdiri,  apalagi jika rumah ibadah ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.  Parahnya, kaum Zionis hanya mengantongi spekulasi dan perkiraan semata tanpa  dukngan bukti sejarah yang kuat. Hal ini menunjukkan betapa orang-orang Zionis  menutup logika untuk mengejar kepentingannya. Dengan mengantongi lampu hijau dan  dukungan AS, kaum Zionis terus melanjutkan aksi perusakan terhadap rumah ibadah  yang dihormati oleh 1,5 milyar umat Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi hukum  internasional, penghancuran Masjidul Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Sebab,  berdasarkan undang-undang internasional, rezim Zionis Israel berkewajiban  melindungi masjid ini. Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 242 dan beberapa  resolusi PBB lainnya menuntut rezim Tel Aviv untuk mundur dari seluruh wilayah  Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada  penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Akan tetapi nampaknya,  resolusi PBB hanya dijalankan terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan  Barat. Sedangkan untuk Israel yang mendapat dukungan dan perlindungan AS dan  Barat, puluhan resolusi PBB akan dianggap bagai angin lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aksi  penghancuran Masjidul Aqsha telah memicu protes dan kecaman dunia Islam dan  masyarakat internasional, akan tetapi, aksi ini tidak akan berhenti, mengingat  Israel telah mengantongi dukungan mutlak Barat, khususnya dari AS, dan  memperoleh izin untuk melakukan apa saja. Jika tindakan orang-orang Zionis ini  benar-benar berujung pada penghancuran total Masjidul Aqsha, tidak ada lagi  tindakan yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masih ada kesempatan bagi umat  Islam untuk melindungi kiblat pertama mereka dan tempat mikraj Nabi. Umat Islam  harus bersatu untuk menghadapi arogansi rezim Zionis dan para pendukungnya. Umat  Islam memiliki kekuatan besar yang selama ini mereka lupakan. Dengan bersatu,  kekuatan dan kepercayaan diri itu akan mereka raih kembali. Sejarah beberapa  puluh tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa PBB dan pihak manapun juga  tidak akan bisa menghentikan aksi perusakan Masjidul Aqsha oleh kaum Zionis.  Masjidul Aqsha hanya bisa diselematkan oleh umat Islam, dan mereka inilah yang  harus berbuat sesuatu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-8648521884451702032?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/8648521884451702032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=8648521884451702032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/8648521884451702032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/8648521884451702032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2007/10/kuil-sulaiman-alasan-penghancuran.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-2284956895546617929</id><published>2007-10-19T21:07:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T03:01:49.792+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Makna Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipuan belaka, dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat bertanya: "Apakah saat itu jumlah kami sedikit?" Rasulullah bersabda: "Tidak bahkan pada saat itu jumlah kamu amat sangat banyak, tetapi seperti air buih didalam air bah karena kamu tertimpa penyakit wahn." Sahabat bertanya: "Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?" Rasulullah bersabda: "Penyakit wahn itu adalah kecintaan yang amat sangat kepada dunia dan takut akan kematian. Cinta dunia merupakan sumber utama segala kesalahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya kemuliaan sumber dari segala fitnah, dan semua kesalahan adalah karena kita cinta kepada dunia. Pada Rasul tidak ada cinta dunia kecuali cinta terhadap Allah, cinta terhadap kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah merupakan contoh seorang pemimpin yang dicintai sampai ke lubuk hati yang paling dalam. Rasul adalah contoh seorang suami yang benar-benar menjadi suri tauladan dan kebanggaan bagi keluarganya. Rasul juga contoh seorang pengusaha yang dititipi dunia, tapi tidak diperbudak oleh dunia yang dimilikinya. Kalau orang sudah mencintai sesuatu maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sudah cinta terhadap dunia, akan sombong, dengki, serakah dan berusaha dengan segala cara untuk mencapai segala keinginannya, oleh karena itu yakinlah bahwa dunia itu total milik Allah. Segala sesuatu yang kita miliki baik sedikit maupun banyak semuanya milik Allah. Dalam mencari rizki janganlah mempergunakan kelicikan karena dengan kelicikan atau tidak dengan kelicikan datangnya tetap dari Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-2284956895546617929?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/2284956895546617929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=2284956895546617929&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2284956895546617929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2284956895546617929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2007/10/hikam-dan-kehidupan-dunia-ini-hanyalah.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-4380029609906037041</id><published>2007-10-19T20:56:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T03:02:11.623+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Hakikat Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikam:&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling&lt;br /&gt;berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-4380029609906037041?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/4380029609906037041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=4380029609906037041&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/4380029609906037041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/4380029609906037041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2007/10/cinta-adalah-bagian-dari-fitrah-orang.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2607669517419412614.post-2031862892381332966</id><published>2007-10-03T15:27:00.000+08:00</published><updated>2008-01-13T03:02:49.540+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0px 15px 0px 10px; line-height: 100%;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:times newroman;font-size:13;color:darkblue;"   &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Nilai Persahabatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0px 15px 0px 10px; line-height: 100%;" align="justify"&gt;Suatu  hari, Nabiyullah Isa AS melakukan perjalanan dengan seorang temannya. Mereka  hanya berbekal tiga potong roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di suatu tempat, mereka  berdua beristirahat. “Bawa roti itu kemari,” kata Nabi Isa AS kepada temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu memberikan dua potong roti. “Mana yang sepotong lagi?” tanya  nabi Isa. “Aku tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masing-masing makan sepotong roti,  keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tepi laut. Nabiyullah  Isa AS menggelar sajadahnya di atas laut, mereka berdua lalu berlayar ke  seberang. “Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah  yang telah makan sepotong roti itu?” tanya Nabi Isa kepada temannya. “Aku tidak  tahu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan mereka  melihat seekor kijang. Setelah dipanggil, kijang itu pun datang menghampiri  beliau. Beliau lalu menyembelih, memanggang dan memakannya. Sehabis makan, Nabi  Isa AS berkata kepada tulang-tulang kijang, “Berkumpullah kamu.” Tulang-tulang  itu pun berkumpul. Beliau lalu berkata, “Dengan izin Allah, jadilah kalian  seperti semula.” Tulang-tulang itu segera bangkit dan berubah menjadi kijang.  “Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah  makan sepotong roti itu?” tanya Nabi Isa AS. “Aku tidak tahu,” jawab  temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiyullah Isa AS bersama temannya kembali melanjutkan  perjalanan hingga sampai pada sebuah tempat. Mereka duduk beristirahat.  Nabiyullah Isa AS memungut tiga bongkahan batu. “Dengan izin Allah, jadilah  emas,” kata Nabi Isa AS. Batu itu pun segera berubah menjadi emas. “Ini untukku,  yang ini untukmu dan yang satu lagi untuk orang yang telah makan sepotong roti  itu,” kata Nabiyullah Isa. “Akulah yang telah makan roti itu,” kata temannya.  “Ambillah semua emas ini, aku tak mau berteman dengan pendusta,” kata beliau  sambil meninggalkan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tadi lalu duduk di dekat emasnya. Ia  tidak mampu membawa ketiga-tiganya, tetapi juga tidak rela meninggalkan sebagian  darinya. Ketika ia sedang memikirkan cara membawa ketiga bongkahan emas itu,  datanglah dua orang lelaki. Melihat keindahan emas itu, timbul keinginan di hati  kedua orang itu untuk memilikinya. “Kalian tidak pantas mengambil milikku dan  kalian sama sekali tidak akan mendapatkan bagian,” kata pemilik  emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mereka berdua hendak membunuhnya, ia segera berkata, “Emas  ini kita bagi saja, satu untukku dan sisanya untuk kalian berdua.” Mereka pun  rela dengan pembagian itu. “Ambillah secuil dari bongkahan emas ini, pergilah  beli makanan,” kata pendatang kepada pemilik emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil  secuil emas, ia lalu pergi membeli makanan untuk mereka bertiga. “Untuk apa aku  membagi emas itu dengan mereka berdua, emas itu kan milikku,” pikir si pemilik  emas. Timbullah niat untuk meracuni makanan. “Jika mereka berdua mati, emas itu  akan jatuh ke tanganku lagi,” pikir si pemilik emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu membeli  racun yang paling ganas, siapa pun yang memakannya pasti akan mati seketika.  Racun itu lalu ia taburkan di atas makanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pendatang tadi  juga mempunyai rencana, “Mengapa kita harus memberi dia. Jika telah kembali,  kita bunuh saja dia. Emas itu semua akan menjadi menjadi milik kita berdua.”  Mereka berdua kemudian membunuh si pemilik emas. Dan dengan perasaan senang  karena mendapat emas lebih banyak, kedua lelaki itu kemudian menyantap dengan  lahap makanan yang baru saja dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian Nabi Isa AS  bersama kaumnya melewati tempat itu. Mereka melihat tiga bongkahan emas dan tiga  kerangka manusia. “Lihatlah bagaimana dunia memperlakukan mereka,” kata Nabi Isa  AS kepada kaumnya. Beliau kemudian berdiri di depan emas dan berkata, “Jadilah  seperti asalmu.” Emas itu pun kembali menjadi batu. (I:560)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib  Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul Asyraf, Kisah dan  Hikmah, Putera Riyadi. (zawiya)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2607669517419412614-2031862892381332966?l=devyarianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://devyarianto.blogspot.com/feeds/2031862892381332966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2607669517419412614&amp;postID=2031862892381332966&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2031862892381332966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2607669517419412614/posts/default/2031862892381332966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://devyarianto.blogspot.com/2007/10/nilai-persahabatan.html' title=''/><author><name>Devy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16605106190913737767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
